Buru Pelanggar Protokol Kesehatan, Polda Riau Bentuk Tim Khusus
Minggu, 20 September 2020 - 18:59 WIB
loading...
Polda Riau berkomiten untuk membantu penurunan angka penyebaran COVID-19. Foto/SINDOnews/Banda Haruddin Tanjung
A
A
A
PEKANBARU - Polda Riau berkomiten untuk membantu penurunan angka penyebaran COVID-19 . Ini mengingat penyebaran COVID-19 di wilayah Riau, semakin meningkat. Pihak kepolisian melakukan berbagai langkah, di antaranya adalah menyalurkan obat untuk pasien dan memburu warga yang bandel tidak pakai masker.
(Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
"Bagi pasien dengan kondisi sedang dan berat harus diintervensi dengan obat," kata Kapolda Riau, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi Minggu (20/9/2020) saat menyalurkan bantuan COVID-19 di RS Aulia Pekanbaru.
Dia berharap, penanganan pasien COVID-19 baik yang gejala ringan, sedang maupun berat dapat dilakukan dengan baik, kebutuhan dokter akan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan bisa mencukupi, sehingga angka kematian pasien COVID-19 bisa ditekan serendah mungkin.
Saat ini memang belum ada obat definitif untuk COVID-19 . Namun Avigan atau Favipiravir termasuk yang direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam buku Pedoman Tatalaksana COVID-19 edisi Agustus 2020.
(Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
"Bagi pasien dengan kondisi sedang dan berat harus diintervensi dengan obat," kata Kapolda Riau, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi Minggu (20/9/2020) saat menyalurkan bantuan COVID-19 di RS Aulia Pekanbaru.
Dia berharap, penanganan pasien COVID-19 baik yang gejala ringan, sedang maupun berat dapat dilakukan dengan baik, kebutuhan dokter akan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan bisa mencukupi, sehingga angka kematian pasien COVID-19 bisa ditekan serendah mungkin.
Saat ini memang belum ada obat definitif untuk COVID-19 . Namun Avigan atau Favipiravir termasuk yang direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam buku Pedoman Tatalaksana COVID-19 edisi Agustus 2020.
Lihat Juga :