Brutal, Geng Motor Rusak Madrasah di Kota Tasikmalaya
Minggu, 20 September 2020 - 17:43 WIB
loading...
Kaca ruang kelas sebuah madrasah di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pecah akibat aksi brutal geng motor. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
A
A
A
TASIKMALAYA - Aksi brutal geng motor sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Mereka melakukan perusakan terhadap bangunan madrasah yang ada di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya , Jawa Barat, Minggu (20/9/2020).
(Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
Akibat aksi brutal geng motor tersebut, sejumlah kaca jendela ruang kelas Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliah Al Barokah di Jalan Cieunteung Sukarame, pecah. Aksi brutal tersebut diperkirakan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB. Aparat dari Polresta Tasikmalaya , masih menyelidiki kasus ini.
Diduga kelompok pemuda bermotor tersebut, melakukan perusakan bangunan untuk fasilitas pendidikan dengan menggunakan batu. Selain memecahkan kaca jendela, aksi brutal itu juga merusak sejumlah fasilitas di dalam ruang kelas.
Kelompok pemuda yang diduga melakukan perusakan, diperkirakan jumlahnya sebanyak enam orang. Sebelum melancarkan aksi brutalnya, mereka juga menyalakan mesin motornya dengan sangat keras. Setelah itu mereka berjalan ke arah bangunan madrasah dengan membawa pedang, dan melempari bangunan tersebut.
(Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
Akibat aksi brutal geng motor tersebut, sejumlah kaca jendela ruang kelas Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliah Al Barokah di Jalan Cieunteung Sukarame, pecah. Aksi brutal tersebut diperkirakan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB. Aparat dari Polresta Tasikmalaya , masih menyelidiki kasus ini.
Diduga kelompok pemuda bermotor tersebut, melakukan perusakan bangunan untuk fasilitas pendidikan dengan menggunakan batu. Selain memecahkan kaca jendela, aksi brutal itu juga merusak sejumlah fasilitas di dalam ruang kelas.
Kelompok pemuda yang diduga melakukan perusakan, diperkirakan jumlahnya sebanyak enam orang. Sebelum melancarkan aksi brutalnya, mereka juga menyalakan mesin motornya dengan sangat keras. Setelah itu mereka berjalan ke arah bangunan madrasah dengan membawa pedang, dan melempari bangunan tersebut.
Lihat Juga :