Jelang Muktamar ke-35 NU, Masyayikh Sukorejo Minta Semua Kader NU Dirangkul
Kamis, 14 Mei 2026 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Mas Cholil menuturkan, Ra Azaim mengingatkan agar kepemimpinan PBNU ke depan senantiasa berpedoman pada khittah sebagai marwah perjuangan. Khittah NU 1926 bukan manuskrip di museum yang hanya dilihat atau dibaca, tapi dihidupi agar bisa membangkitkan. Khittah NU merupakan petunjuk arah dimana NU boleh lari mengejar zaman, tapi jangan sampai kehilangan arah pulang.
Terkait dengan kunjungannya ke Pesantren Sukorejo Situbondo, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam membenarkan kunjungannya ke Ra Azaim dan KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU. Gus Salam menceritakan kunjungan itu bagian dari safari silaturahmi selama dua hari di Madura serta masyayikh NU dan pesantren di Jawa Timur.
Lihat video: FULL Pidato Prabowo di Acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama
“Minggu, 10 Mei 2026 saya ngaji kitab kifayatul atqiya’ dalam majelis rutin alumni di Bangkalan. Sekalian sowan ke masyayikh sepuh di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Lalu ke Situbondo, nanti ke Paiton dan Sidoarjo,” kata Gus Salam.
“Di Situbondo saya ngaji tentang NU ke Kiai Afifuddin Muhajir. Luar biasa pandangan beliau tentang peran strategis NU ke depan,” tambahnya.
Gus Salam menuturkan, KH Afifuddin Muhajir menekankan tiga peran strategis sekaligus arah pergerakan serta perjuangan NU ke depan. Pertama, NU harus menjadi benteng Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah, penjaga moral bangsa, dan pelindung NKRI.
Terkait dengan kunjungannya ke Pesantren Sukorejo Situbondo, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam membenarkan kunjungannya ke Ra Azaim dan KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU. Gus Salam menceritakan kunjungan itu bagian dari safari silaturahmi selama dua hari di Madura serta masyayikh NU dan pesantren di Jawa Timur.
Lihat video: FULL Pidato Prabowo di Acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama
“Minggu, 10 Mei 2026 saya ngaji kitab kifayatul atqiya’ dalam majelis rutin alumni di Bangkalan. Sekalian sowan ke masyayikh sepuh di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Lalu ke Situbondo, nanti ke Paiton dan Sidoarjo,” kata Gus Salam.
“Di Situbondo saya ngaji tentang NU ke Kiai Afifuddin Muhajir. Luar biasa pandangan beliau tentang peran strategis NU ke depan,” tambahnya.
Gus Salam menuturkan, KH Afifuddin Muhajir menekankan tiga peran strategis sekaligus arah pergerakan serta perjuangan NU ke depan. Pertama, NU harus menjadi benteng Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah, penjaga moral bangsa, dan pelindung NKRI.
Lihat Juga :