Sampaikan Aspirasi, Pekerja PTPN IV di Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara
Jum'at, 08 Mei 2026 - 11:17 WIB
loading...
Ratusan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara. Foto/istimewa
A
A
A
ACEH - Ratusan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara, kemarin. Mereka menyampaikan keresahan atas belum tuntasnya persoalan klaim lahan yang berkembang di wilayah perkebunan tersebut.
Mereka mengaku khawatir ketidakpastian penyelesaian persoalan lahan akan berdampak terhadap stabilitas kerja dan kehidupan sosial masyarakat sekitar perkebunan. Sebagian besar warga Cot Girek menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkebunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Selama ini masyarakat sangat terbantu secara ekonomi dari keberadaan perusahaan. Kalau persoalan ini terus berlarut, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Rusli Cut Ali di sela aksi dikutip Jumat (8/5/2026).
Baca juga: PTPN IV Pastikan Kebun Teh di Simalungun Tak Akan Dikonversi
Para pekerja juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa secara adil dan transparan.
Sejumlah peserta aksi mengaku mulai merasakan tekanan psikologis akibat situasi yang belum menentu. Fandi Afrian Rinaldi, salah seorang pekerja, mengatakan isu yang terus berkembang di lapangan membuat masyarakat dihantui rasa khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.
Lihat video: Detik-Detik Heli BNPB ‘Guyur’ Bantuan ke Warga di Aceh Utara
“Kami hanya pekerja biasa yang sehari-hari hidup dari kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut para pekerja, stabilitas di lingkungan perkebunan menjadi faktor penting karena menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga di kawasan Cot Girek dan sekitarnya. Mereka khawatir ketegangan berkepanjangan dapat memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.
Aksi damai diakhiri dengan doa bersama dan pernyataan sikap agar seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog. Para peserta juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan persatuan di wilayah Cot Girek.
Dalam beberapa waktu terakhir, persoalan klaim lahan di sejumlah wilayah perkebunan di Aceh memang kembali mencuat dan menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah sengketa lahan antara perusahaan dan kelompok masyarakat sebelumnya juga sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat di tingkat pusat.
Namun, bagi masyarakat pekerja di Cot Girek, persoalan itu bukan semata menyangkut status lahan, melainkan juga kepastian penghidupan sehari-hari. Mereka pun berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan situasi daerah tetap kondusif.
Mereka mengaku khawatir ketidakpastian penyelesaian persoalan lahan akan berdampak terhadap stabilitas kerja dan kehidupan sosial masyarakat sekitar perkebunan. Sebagian besar warga Cot Girek menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkebunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Selama ini masyarakat sangat terbantu secara ekonomi dari keberadaan perusahaan. Kalau persoalan ini terus berlarut, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Rusli Cut Ali di sela aksi dikutip Jumat (8/5/2026).
Baca juga: PTPN IV Pastikan Kebun Teh di Simalungun Tak Akan Dikonversi
Para pekerja juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa secara adil dan transparan.
Sejumlah peserta aksi mengaku mulai merasakan tekanan psikologis akibat situasi yang belum menentu. Fandi Afrian Rinaldi, salah seorang pekerja, mengatakan isu yang terus berkembang di lapangan membuat masyarakat dihantui rasa khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.
Lihat video: Detik-Detik Heli BNPB ‘Guyur’ Bantuan ke Warga di Aceh Utara
“Kami hanya pekerja biasa yang sehari-hari hidup dari kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut para pekerja, stabilitas di lingkungan perkebunan menjadi faktor penting karena menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga di kawasan Cot Girek dan sekitarnya. Mereka khawatir ketegangan berkepanjangan dapat memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.
Aksi damai diakhiri dengan doa bersama dan pernyataan sikap agar seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog. Para peserta juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan persatuan di wilayah Cot Girek.
Dalam beberapa waktu terakhir, persoalan klaim lahan di sejumlah wilayah perkebunan di Aceh memang kembali mencuat dan menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah sengketa lahan antara perusahaan dan kelompok masyarakat sebelumnya juga sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat di tingkat pusat.
Namun, bagi masyarakat pekerja di Cot Girek, persoalan itu bukan semata menyangkut status lahan, melainkan juga kepastian penghidupan sehari-hari. Mereka pun berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan situasi daerah tetap kondusif.
(cip)
Lihat Juga :