Hari Buruh 2026, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan ke Depan
Jum'at, 01 Mei 2026 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
Meski tantangan tersebut cukup besar, Fahira menegaskan berbagai peluang perbaikan juga terbuka jika ditopang oleh kebijakan yang tepat dan kolaborasi semua pihak. “Negara harus hadir dengan kebijakan yang adaptif dan berpihak, tetapi juga membuka ruang dialog sosial yang kuat antara pemerintah, pengusaha, dan buruh,” ungkapnya.
Solusi ke depan perlu diarahkan pada penguatan ekosistem ketenagakerjaan secara menyeluruh. Mulai dari reformasi kebijakan pengupahan yang lebih adil dan berbasis kebutuhan hidup layak, penciptaan lapangan kerja berkualitas, hingga penguatan jaminan sosial yang inklusif.
Selain itu, peningkatan keterampilan (reskilling dan upskilling) menjadi kunci agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Di saat yang sama, negara juga perlu memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal dan ekonomi digital melalui regulasi yang lebih progresif.
“Isu buruh hari ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia terkait dengan pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga perlindungan sosial. Karena itu, solusi yang dihadirkan juga harus lintas sektor dan berkelanjutan,” ujar Fahira.
Dia juga mengapresiasi berbagai upaya dan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Mulai dari komitmen penyediaan hunian terjangkau bagi pekerja, penyediaan fasilitas daycare di kawasan industri, penguatan perlindungan bagi pekerja transportasi online termasuk jaminan sosial, hingga pembentukan Satgas PHK sebagai langkah mitigasi perlindungan tenaga kerja.
Solusi ke depan perlu diarahkan pada penguatan ekosistem ketenagakerjaan secara menyeluruh. Mulai dari reformasi kebijakan pengupahan yang lebih adil dan berbasis kebutuhan hidup layak, penciptaan lapangan kerja berkualitas, hingga penguatan jaminan sosial yang inklusif.
Selain itu, peningkatan keterampilan (reskilling dan upskilling) menjadi kunci agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Di saat yang sama, negara juga perlu memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal dan ekonomi digital melalui regulasi yang lebih progresif.
“Isu buruh hari ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia terkait dengan pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga perlindungan sosial. Karena itu, solusi yang dihadirkan juga harus lintas sektor dan berkelanjutan,” ujar Fahira.
Dia juga mengapresiasi berbagai upaya dan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Mulai dari komitmen penyediaan hunian terjangkau bagi pekerja, penyediaan fasilitas daycare di kawasan industri, penguatan perlindungan bagi pekerja transportasi online termasuk jaminan sosial, hingga pembentukan Satgas PHK sebagai langkah mitigasi perlindungan tenaga kerja.
(jon)
Lihat Juga :