Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Dipindah, Dirut KAI Tegaskan Keselamatan Penumpang Tidak Bedakan Gender
Rabu, 29 April 2026 - 14:14 WIB
loading...
Gerbong khusus perempuan di KRL Commuter Line. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
BEKASI - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang kereta api, termasuk KRL Commuter Line , tidak dibedakan berdasarkan gender. KAI selama ini menerapkan standar keselamatan yang sama bagi seluruh penumpang, baik laki-laki maupun perempuan.
"Mengenai gerbong perempuan seperti yang saya sampaikan tadi, kita tidak membedakan dari tingkat keselamatan, tidak kita bedakan antara gender perempuan dan gender laki," tegas Bobby di Stasiun Bekasi Timur , Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan gerbong khusus perempuan bukan berkaitan dengan perbedaan tingkat keselamatan, melainkan sebagai upaya memberikan perlindungan dari potensi pelecehan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses.
Baca Juga: KRLmania Desak Audit Total Persinyalan dan Percepatan DDT Bekasi-Cikarang
"Selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," kata Bobby.
Bobby menyebut penempatan gerbong perempuan di bagian ujung rangkaian juga bertujuan mempermudah akses serta memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang perempuan. Posisi tersebut dinilai lebih dekat dengan petugas keamanan.
Baca Juga: Menhub Panggil Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
"Yang ketiga adalah memberikan security yang lebih. Karena itu kan dekat, lebih dekat dengan penjaga yang ada di itu. Maka dari ujung ke ujung," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian kereta. Usul itu ia sampaikan seusai insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).
"Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ucap Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Arifah menambahkan, "Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu."
"Mengenai gerbong perempuan seperti yang saya sampaikan tadi, kita tidak membedakan dari tingkat keselamatan, tidak kita bedakan antara gender perempuan dan gender laki," tegas Bobby di Stasiun Bekasi Timur , Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan gerbong khusus perempuan bukan berkaitan dengan perbedaan tingkat keselamatan, melainkan sebagai upaya memberikan perlindungan dari potensi pelecehan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses.
Baca Juga: KRLmania Desak Audit Total Persinyalan dan Percepatan DDT Bekasi-Cikarang
"Selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," kata Bobby.
Bobby menyebut penempatan gerbong perempuan di bagian ujung rangkaian juga bertujuan mempermudah akses serta memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang perempuan. Posisi tersebut dinilai lebih dekat dengan petugas keamanan.
Baca Juga: Menhub Panggil Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
"Yang ketiga adalah memberikan security yang lebih. Karena itu kan dekat, lebih dekat dengan penjaga yang ada di itu. Maka dari ujung ke ujung," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian kereta. Usul itu ia sampaikan seusai insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).
"Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ucap Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Arifah menambahkan, "Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu."
(zik)
Lihat Juga :