Imbas PSBB Jakarta, Harga Panen Sayur Asal Bandung Barat Anjlok
Sabtu, 19 September 2020 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya selama pandemi COVID-19, permintaan pasar juga merosot tajam dari 1-1,5 ton/hari menjadi hanya 5 kuwintal. Kondisi itu yang membuat petani Paprika merugi karena jangankan memikirkan laba, menghrapkan modal balik lagi juga sulit. Sehingga banyak petani yang menahan masa tanam daripada merugi.
Sejauh ini, lanjut dia, komoditas sayuran jenis Paprika lebih banyak diminati untuk kebutuhan hotel, restoran, serta pesta pernikahan, atau ke super market besar. Sementara untuk pasar ekspore saat ini belum tergarap. Sebab aksesibilitas dan daya dukung ke arah sana masih belum dipahami akibat minimnya sosialisasi. (BACA JUGA: China Larang Impor Produk Seafood Asal Indonesia, Alasannya Terkena Corona)
"Untuk pasar ekspore kami siap saja kirim, cuma caranya bagaimana belum tahu dan belum ada pengarahan dari pemerintah. Semoga aja pandemi COVID-19 segera berakhir agar sektor pertanian Paprika kembali bergirah dan bisa ekapore," tuturnya.
Sejauh ini, lanjut dia, komoditas sayuran jenis Paprika lebih banyak diminati untuk kebutuhan hotel, restoran, serta pesta pernikahan, atau ke super market besar. Sementara untuk pasar ekspore saat ini belum tergarap. Sebab aksesibilitas dan daya dukung ke arah sana masih belum dipahami akibat minimnya sosialisasi. (BACA JUGA: China Larang Impor Produk Seafood Asal Indonesia, Alasannya Terkena Corona)
"Untuk pasar ekspore kami siap saja kirim, cuma caranya bagaimana belum tahu dan belum ada pengarahan dari pemerintah. Semoga aja pandemi COVID-19 segera berakhir agar sektor pertanian Paprika kembali bergirah dan bisa ekapore," tuturnya.
(vit)
Lihat Juga :