Polisi Dianiaya Senior hingga Tewas, Polda Riau Tetapkan 1 Tersangka

Selasa, 14 April 2026 - 16:42 WIB
loading...
Polisi Dianiaya Senior...
Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto menyatakan telah menetapkan satu tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap korban anggota Direktorat Samapta hingga tewas. Foto/Alfie Al Rasyid
A A A
BATAM - Propam Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan satu polisi sebagai tersangka dugaan kasus penganiayaan terhadap korban anggota Direktorat Samapta hingga tewas. Korban penganiayaan ada dua orang polisi, di mana satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya selamat.

Sebanyak delapan orang saksi diperiksa Propam Polda Kepri terkait kasus penganiayaan terhadap 2 polisi 'yunior' yang dilakukan oleh polisi 'senior'. Saat ditemukan ada lebam-lebam di tubuh korban.

Baca juga: Bripda Rahmat Gazali Lumpah Babak Belur Dianiaya 4 Polisi Senior hingga Masuk RS

Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi di Rusunawa Bintara Remaja, Batam, pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.



"Memang benar tadi malam terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Ditsamapta Polda Kepri atas nama Bripda AS. Korban ada dua, yaitu Bripda NS yang meninggal dunia, dan Bripda CP," ujar Eddwi Kurniyanto, Selasa (14/4/2026)

Dia menjelaskan, insiden tersebut berawal saat kedua korban dipanggil oleh terduga pelaku Bripda AS. Kedua korban dituding melakukan pelanggaran karena tidak mengikuti perintah untuk melaksanakan kurve.

Baca juga: 22 Bintara Polisi Diduga Melakukan Kekerasan Diperiksa Polda Jambi

Kedua korban diminta datang ke kamar di Rusunawa Bintara Remaja sekitar pukul 23.00 WIB. Namun Bripda CP datang lebih dahulu dan disusul oleh Bripda NS.

"Kami sudah mintai keterangan 8 personel sebagai saksi. Saat ini sudah kami lakukan pengamanan di Paminal dan satu anggota Bripda AS dinyatakan sebagai tersangka," kata Eddwi Kurniyanto.

Kabid Propram Kepri menuturkan, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan personel lain dalam aksi penganiayaan tersebut. Pendalaman dilakukan melalui keterangan saksi dan bukti yang dikumpulkan di lapangan.

"Hingga kini, kami belum menemukan adanya persoalan pribadi antara pelaku dan korban. Dugaan sementara, motif penganiayaan dipicu oleh (tudingan) pelanggaran disiplin," katanya.

Terkait isu adanya permintaan uang kepada korban, Eddwi menegaskan masih dalam tahap pendalaman. Sedangkan korban Bripda CP saat ini dalam kondisi sehat dan menjadi saksi.

Menurutnya, penanganan perkara ini dilakukan oleh Propam untuk aspek etik. Sementara proses pidana ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum.

"Atas kejadian ini, Kapolda Kepulauan Riau menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelanggaran yang terjadi di internal institusi," ujarnya.

Berdasarkan informasi, almarhum Bripda NS diketahui merupakan lulusan Bintara 2025. Pengacara keluarga almarhum Bripda NS, Sudirman Situmeang berharap agar Polda Kepri mengusut tuntas kejadian tersebut secara transparan. Selain itu tidak melindungi pelaku.

"Kami berharap proses hukum berjalan transparan dan tidak ada. Hasilnya yang penting harus terungkap, tidak boleh ada yang dibiarkan," katanya.

Sudirman menjelaskan, pihak keluarga menerima telepon dari kepolisian sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban sudah tidak bernyawa.

"Kami masih menunggu penjelasan lebih rinci terkait kronologi kejadian. Kami sudah membuat laporan dan langsung berkoordinasi dengan pihak SPKT jam 5 pagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, timnya telah melihat kondisi awal korban, namun menegaskan bahwa pembuktian lebih lanjut akan bergantung pada hasil pemeriksaan resmi, termasuk autopsi.

“Kita lihat ada tanda-tanda, tapi kita menunggu tim yang berwenang untuk memastikan,” katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Rekomendasi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Berita Terkini
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Infografis
1 Tentara Israel Tewas...
1 Tentara Israel Tewas Saat Roket-roket Hizbullah Tembus Iron Dome
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved