Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Bahan Baku Kemasan, Amdatara Minta Insentif Pemerintah
Senin, 06 April 2026 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan laporan langsung dari anggota asosiasi di berbagai daerah, kenaikan harga bahan baku kemasan pada beberapa jenis material telah mencapai hingga 100 persen dalam waktu relatif singkat. Kenaikan harga bahan baku kemasan yang mencapai dua kali lipat ini tidak lagi bias dianggap sebagai fluktuasi biasa.
Diketahui, industri AMDK merupakan salah satu pilar penting sektor manufaktur nasional. Saat ini terdapat 707 pabrik dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung.
Industri ini juga mendukung jutaan pekerja di sepanjang rantai pasok distribusi serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia sebagai bagian dari subsektor makanan dan minuman.
Selain itu, AMDK memainkan peran strategis dalam kesehatan masyarakat dengan menyediakan akses air minum yang aman, higienis, dan berkualitas, sehingga membantu mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air tidak bersih.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah bersedia hadir secara aktif sebagai penyangga (shock absorber) bagi industri strategis seperti AMDK melalui langkah-langkah konkret. Langkah itu berupa relaksasi kebijakan sebesar 20–30 % pada komponen biaya terkait bahan baku dan energi seperti penurunan sementara PPN kemasan dari 11% menjadi 8%, relaksasi Bea Masuk Anti Dumping/BMAD, serta stimulus pajak penghasilan UMKM di sektor AMDK.
Diketahui, industri AMDK merupakan salah satu pilar penting sektor manufaktur nasional. Saat ini terdapat 707 pabrik dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung.
Industri ini juga mendukung jutaan pekerja di sepanjang rantai pasok distribusi serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia sebagai bagian dari subsektor makanan dan minuman.
Selain itu, AMDK memainkan peran strategis dalam kesehatan masyarakat dengan menyediakan akses air minum yang aman, higienis, dan berkualitas, sehingga membantu mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air tidak bersih.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah bersedia hadir secara aktif sebagai penyangga (shock absorber) bagi industri strategis seperti AMDK melalui langkah-langkah konkret. Langkah itu berupa relaksasi kebijakan sebesar 20–30 % pada komponen biaya terkait bahan baku dan energi seperti penurunan sementara PPN kemasan dari 11% menjadi 8%, relaksasi Bea Masuk Anti Dumping/BMAD, serta stimulus pajak penghasilan UMKM di sektor AMDK.
(jon)
Lihat Juga :