Kasatgas PRR: Penanganan Pengungsi Banjir Sumatera Hampir Tuntas
Rabu, 25 Maret 2026 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
“Nah, persoalannya apa? Masyarakat ini menghendaki agar mereka tidak mau menerima DTH, tapi mau langsung dibangunkan Huntap atau Huntara. Sementara dari pemerintahan kabupaten menyampaikan masyarakat inginnya dari tenda langsung Huntap semua. Tapi rupanya ada yang berbeda 17 KK gak,” ungkapnya.
Tito menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya mediasi untuk menjembatani perbedaan pandangan tersebut. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemanfaatan Dana Tunggu Hunian yang memungkinkan masyarakat tinggal sementara di rumah keluarga.
Namun, pemerintah daerah mengusulkan agar langsung dibangun hunian tetap. Atas perbedaan tersebut, pemerintah mengambil jalan tengah dengan menyiapkan solusi yang paling memungkinkan untuk segera direalisasikan.
“Kita tengahi dengan cara oke kita buatkan Huntap kemudian itu dikerjakan oleh BNPB dan sudah ada contohnya dan sedang berjalan ya, mudah-mudahan sesegera mungkin selesai ini solusinya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian hunian bagi warga terdampak terus dikebut agar seluruh pengungsi dapat segera menempati tempat tinggal yang layak.
“Kalau solusi ini sudah ada yang 26 KK di Aceh Tamiang ini sedang dibangun dan minggu depan paling lambat 2 minggu lagi selesai 26 ini akan masuk Huntara, no problem, yang 17 KK di Bireuen karena maunya langsung huntap ya otomatis perlu waktu karena membangun Huntap ini juga perlu waktu lebih dari sebulan,” pungkasnya.
Tito menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya mediasi untuk menjembatani perbedaan pandangan tersebut. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemanfaatan Dana Tunggu Hunian yang memungkinkan masyarakat tinggal sementara di rumah keluarga.
Namun, pemerintah daerah mengusulkan agar langsung dibangun hunian tetap. Atas perbedaan tersebut, pemerintah mengambil jalan tengah dengan menyiapkan solusi yang paling memungkinkan untuk segera direalisasikan.
“Kita tengahi dengan cara oke kita buatkan Huntap kemudian itu dikerjakan oleh BNPB dan sudah ada contohnya dan sedang berjalan ya, mudah-mudahan sesegera mungkin selesai ini solusinya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian hunian bagi warga terdampak terus dikebut agar seluruh pengungsi dapat segera menempati tempat tinggal yang layak.
“Kalau solusi ini sudah ada yang 26 KK di Aceh Tamiang ini sedang dibangun dan minggu depan paling lambat 2 minggu lagi selesai 26 ini akan masuk Huntara, no problem, yang 17 KK di Bireuen karena maunya langsung huntap ya otomatis perlu waktu karena membangun Huntap ini juga perlu waktu lebih dari sebulan,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :