Libur Lebaran 2026: Volume Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Masih Tinggi, 57,3% dari Lalin Normal
Senin, 23 Maret 2026 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengimbau masyarakat mengatur perjalanan kembali ke Jabotabek. "Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek," katanya.
Masyarakat diimbau menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada dua gelombang yakni 24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
"Bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu-Jumat (25-27 Maret 2026) agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik," ujar Rivan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30% yang diberlakukan pada periode arus balik tanggal 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus sebagai upaya mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan.
"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit seperti pagi dan malam hari serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pascaperayaan Hari Raya Idulfitri," ungkapnya.
Masyarakat diimbau menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada dua gelombang yakni 24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
"Bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu-Jumat (25-27 Maret 2026) agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik," ujar Rivan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30% yang diberlakukan pada periode arus balik tanggal 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus sebagai upaya mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan.
"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit seperti pagi dan malam hari serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pascaperayaan Hari Raya Idulfitri," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :