Fauzi Bowo: Tradisi Andilan Potong Kebo di Betawi Harus Dilestarikan
Selasa, 17 Maret 2026 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi andilan bukan sekadar motong kebo dan bagi-bagi daging tetapi sarat makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat betawi," ucapnya.
Sekretaris Panitia Pelaksana Muhidin Muchtar menambahkan selain kolaborasi, andilan juga mengajarkan sikap toleransi antarumat beragama.
"Sejak dulu orang Betawi tidak makan daging sapi tetapi daging kebo. Karena dulu saat betawi masih Sunda Kelapa, masih banyak penganut agama Hindu. Nenek moyang orang Betawi yang telah beragama Islam tidak mau menyinggung perasaan saudaranya yang beragama Hindu yang mensucikan hewan sapi. Maka dipilihlah kerbau sebagai hewan yang disembelih saat perayaan Lebaran Idulfitri di tanah betawi" jelas Muhidin.
Hal ini mengajarkan keluhuran budi orang betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama. "Nilai-nilai ini menjadi penting bagi generasi muda Betawi saat ini untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman, dan toleran," ucapnya.
Sekretaris Panitia Pelaksana Muhidin Muchtar menambahkan selain kolaborasi, andilan juga mengajarkan sikap toleransi antarumat beragama.
"Sejak dulu orang Betawi tidak makan daging sapi tetapi daging kebo. Karena dulu saat betawi masih Sunda Kelapa, masih banyak penganut agama Hindu. Nenek moyang orang Betawi yang telah beragama Islam tidak mau menyinggung perasaan saudaranya yang beragama Hindu yang mensucikan hewan sapi. Maka dipilihlah kerbau sebagai hewan yang disembelih saat perayaan Lebaran Idulfitri di tanah betawi" jelas Muhidin.
Hal ini mengajarkan keluhuran budi orang betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama. "Nilai-nilai ini menjadi penting bagi generasi muda Betawi saat ini untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman, dan toleran," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :