Fauzi Bowo: Tradisi Andilan Potong Kebo di Betawi Harus Dilestarikan
Selasa, 17 Maret 2026 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
"Ini merupakan upaya MKB dalam mewarisi budaya orang-orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idul Fitri sejak dulu" ungkap Bang Boim, Selasa (17/3/2026).
Tiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jemaah majelis taklim selalu melakukan urunan, patungan , andilan ataupun engkowan. Setiap orang dikenakan iuran setiap bulan untuk berpatungan membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang Lebaran.
Baca juga: Di Depan Pusara M.H. Thamrin, Pramono Anung Ultimatum Persatuan Kaum Betawi!
"Tiap peserta atau anggota yang ikut andilan atau patungan akan mendapatkan daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya," katanya.
"Andilan ini mengajarkan kita untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan hal-hal di dalam kemasyarakatan termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran," sambungnya.
Hal-hal sederhana inilah yang membuat orang betawi selalu kompak dan guyub dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikannya. Ini menunjukkan prinsip keadilan.
Tiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jemaah majelis taklim selalu melakukan urunan, patungan , andilan ataupun engkowan. Setiap orang dikenakan iuran setiap bulan untuk berpatungan membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang Lebaran.
Baca juga: Di Depan Pusara M.H. Thamrin, Pramono Anung Ultimatum Persatuan Kaum Betawi!
"Tiap peserta atau anggota yang ikut andilan atau patungan akan mendapatkan daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya," katanya.
"Andilan ini mengajarkan kita untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan hal-hal di dalam kemasyarakatan termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran," sambungnya.
Hal-hal sederhana inilah yang membuat orang betawi selalu kompak dan guyub dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikannya. Ini menunjukkan prinsip keadilan.
Lihat Juga :