Novel Baswedan Kutuk Teror Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ini Kejahatan Luar Biasa!

Jum'at, 13 Maret 2026 - 20:05 WIB
loading...
Novel Baswedan Kutuk...
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan mengutuk penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Foto/Cikal Bintang Raissatria
A A A
JAKARTA - Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengutuk insiden teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Novel mengatakan aksi teror ini merupakan kejahatan luar biasa.

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di sekitaran kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.30 WIB. Insiden itu bermula saat Andrie mengendarai sepeda motor sepulang dari kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Baca juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras usai Podcast, Polisi Selidiki

Tiba-tiba, Andrie disiram cairan kimia berbahaya oleh orang tidak dikenal. Terduga pelaku penyiraman menggunakan sepeda motor berboncengan dan langsung melarikan diri setelah kejadian.



Sementara, Andrie langsung turun dari motor dan meminta pertolongan warga sekitar. Novel mengaku prihatin dengan kejadian tragis itu. Mantan anggota Kepolisian Republik Indonesia 1999-2014 itu menduga serangan kepada Andrie mengarah kepada pembunuhan.

"Yang pertama saya ingin menyampaikan bahwa Andri Yunus orang baik. Dia orang yang berintegritas, kritis, dan berani. Apa yang dia lakukan itu bukan untuk kepentingan pribadinya dia. Dia berjuang, dia melakukan sesuatu untuk kepentingan orang banyak. Itu satu poin penting yang ingin saya sampaikan," kata Novel kepada awak media, termasukSindoNews di Kantor YLBHI, Jakarta pada Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras usai Podcast di YLBHI

"Dan hari ini dia diserang, eh tadi malam ya, dia diserang yang serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kalau tidak, pelaku ini menghendaki cacat permanen. Begitu jahatnya pelaku ini. Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik. Dia kritis, dia peduli, dia mencintai negaranya," sambungnya.

Novel Baswedan diketahui merupakan penyintas korban penyerangan menggunakan air keras. Mantan penyidik KPK 2007-2021 itu mengalami cacat permanen pada mata kirinya akibat disiram air keras pada April 2017 silam.

Oleh karena itu, Novel menduga serangan terhadap Andrie sudah terorganisir seperti insiden yang dialami olehnya. Dia menegaskan, ini merupakan tindaka yang biadab dan kejahatan luar biasa.

"Yang kedua, saya ingin sampaikan bahwa tadi sebelum ke sini saya sempat lihat CCTV-nya kejadiannya. Dari CCTV yang saya perhatikan, saya yakin pelakunya terorganisir. Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak. Terorganisir. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir. Ini sesuatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka itu, biadab sekali," tutur Novel.

"Betapa jahatnya orang yang sudah mau merelakan kepentingan pribadinya dikesampingkan untuk membantu kepentingan orang banyak, untuk membantu kepentingan masyarakat, kepentingan negara, kemudian diserang secara brutal. Dan ini bukan masalah, bukan masalah yang sekadar kejahatan biasa, ini kejahatan yang sangat luar biasa," tegasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
TAUD Sesalkan Jawaban...
TAUD Sesalkan Jawaban Polda Metro Jaya Atas Praperadilan Andrie Yunus
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Praperadilan Andrie Yunus
Polda Metro Jaya Sampaikan...
Polda Metro Jaya Sampaikan Jawaban Gugatan Praperadilan Andrie Yunus
TAUD Minta Hakim PN...
TAUD Minta Hakim PN Jaksel Nyatakan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke POM TNI Tidak Sah
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Rekomendasi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved