Kapal Muatan Papan Terbalik Diterjang Badai, Jadilah Kota Balikpapan
Sabtu, 26 September 2020 - 05:06 WIB
loading...
A
A
A
Namun, semuanya sudah terlambat. Sebelum perahu itu mencapai teluk, gelombang laut yang semakin besar menabrak bagian lambung perahu. Air laut pun masuk dan memenuhi seluruh bagian perahu. Perahu yang dipenuhi muatan papan kayu itu pun terbalik.
Perahu yang sudah hampir tenggelam itu kemudian terbawa gelombang laut dan akhirnya terhempas ke sebuah karang di sekitar teluk sehingga pecah berantakan.
Tokong (galah) para pendayung pun patah terlihat. Papan kayu yang memenuhi perahu itu sebagian hanyut ke laut dan sebagian yang lain terdampar di tepi teluk. Tak seorangpun penumpang perahu selamat, termasuk Panglima Sendong.
Putri Aji Tatin dan suaminya sangat bersedih atas musibah yang menimpa panglima Sendong dan orang-orang kepercayaannya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka wilayah teluk tempat perahu itu terbalik dinamakan Balikpapan , yaitu dari kata balik dan papan.
Sedangkan, karang tempat terhempasnya perahu itu semakin lama semakin besar dan luas menjadi sebuah pulau. Hingga kini, pulau itu disebut Pulau Tukung yang berasal dari kata tokong, yaitu tokong para awak perahu yang patah akibat terhempas di karang.
Kini, Balikpapan dikenal sebagai kota perusahaan minyak bumi, sumber devisa bagi Kalimantan Timur. Kota ini dikenal sebagai sebuah kota minyak sejak tahun 1889 yang pada saat itu pemerintahannya dipimpin Sultan Kutai Kartanegara ke-17, Sulan Am Sulaiman.
Kota Balikpapan meskipun hanya sebuah kotamadya, namun Kota Balikpapan Iebih ramai bilai dibandingkan dengan Ibu Kota KalimantanTimur yaitu Kota Samarinda. Saat ini sarana dan prasarana Kota Balikpapan lebih lengkap, seperti bandar udara, pelabuhan, dan hotel-hotel bertaraf internasional.
Sehingga tak heran apabila orang-orang di luar Kalimantan Timur lebih mengenal Kota Balikpapan daripada Kota Samarinda.
Perahu yang sudah hampir tenggelam itu kemudian terbawa gelombang laut dan akhirnya terhempas ke sebuah karang di sekitar teluk sehingga pecah berantakan.
Tokong (galah) para pendayung pun patah terlihat. Papan kayu yang memenuhi perahu itu sebagian hanyut ke laut dan sebagian yang lain terdampar di tepi teluk. Tak seorangpun penumpang perahu selamat, termasuk Panglima Sendong.
Putri Aji Tatin dan suaminya sangat bersedih atas musibah yang menimpa panglima Sendong dan orang-orang kepercayaannya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka wilayah teluk tempat perahu itu terbalik dinamakan Balikpapan , yaitu dari kata balik dan papan.
Sedangkan, karang tempat terhempasnya perahu itu semakin lama semakin besar dan luas menjadi sebuah pulau. Hingga kini, pulau itu disebut Pulau Tukung yang berasal dari kata tokong, yaitu tokong para awak perahu yang patah akibat terhempas di karang.
Kini, Balikpapan dikenal sebagai kota perusahaan minyak bumi, sumber devisa bagi Kalimantan Timur. Kota ini dikenal sebagai sebuah kota minyak sejak tahun 1889 yang pada saat itu pemerintahannya dipimpin Sultan Kutai Kartanegara ke-17, Sulan Am Sulaiman.
Kota Balikpapan meskipun hanya sebuah kotamadya, namun Kota Balikpapan Iebih ramai bilai dibandingkan dengan Ibu Kota KalimantanTimur yaitu Kota Samarinda. Saat ini sarana dan prasarana Kota Balikpapan lebih lengkap, seperti bandar udara, pelabuhan, dan hotel-hotel bertaraf internasional.
Sehingga tak heran apabila orang-orang di luar Kalimantan Timur lebih mengenal Kota Balikpapan daripada Kota Samarinda.
(nth)
Lihat Juga :