Sinergi Dinas Kehutanan Lampung dan APHI Dorong MUK Berbasis Lanskap
Rabu, 04 Maret 2026 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
“Kunci keberhasilan MUK adalah produktivitas, kualitas, dan kontinuitas. Hilirisasi juga harus terintegrasi dalam areal PBPH dengan bermitra bersama PS agar rantai nilai dari hulu ke hilir dapat terbangun kuat,” ujarnya.
Yayan menambahkan, di Lampung pengembangan MUK telah berjalan pada tiga areal PBPH yang telah menerapkan skema tersebut. Selain itu, terdapat 451 kelompok Perhutanan Sosial dengan luas total mencapai 209.000 hektare yang melibatkan sekitar 95.000 kepala keluarga.
Sementara itu, Ketua Umum APHI Soewarso berharap lanskap MUK Lampung dapat menjadi model pionir secara nasional. “Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang besar sebagai produsen kopi, kakao, dan lada, didukung infrastruktur jalan dan pelabuhan yang memadai serta akses pasar yang kuat,” katanya. Baca juga: Prabowo Akui Pemerintah Belum Andal dan Cakap Kelola Kekayaan Alam Indonesia
Ia menambahkan, APHI bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mendorong percepatan pengembangan MUK berbasis lanskap yang akan dijadikan sebagai proyek percontohan. Implementasi model tersebut memerlukan dukungan para pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun kelompok perhutanan sosial.
Soewarso menegaskan kolaborasi antara PBPH dan Perhutanan Sosial dalam kerangka MUK berbasis lanskap diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian daerah. Sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi hutan.
Yayan menambahkan, di Lampung pengembangan MUK telah berjalan pada tiga areal PBPH yang telah menerapkan skema tersebut. Selain itu, terdapat 451 kelompok Perhutanan Sosial dengan luas total mencapai 209.000 hektare yang melibatkan sekitar 95.000 kepala keluarga.
Sementara itu, Ketua Umum APHI Soewarso berharap lanskap MUK Lampung dapat menjadi model pionir secara nasional. “Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang besar sebagai produsen kopi, kakao, dan lada, didukung infrastruktur jalan dan pelabuhan yang memadai serta akses pasar yang kuat,” katanya. Baca juga: Prabowo Akui Pemerintah Belum Andal dan Cakap Kelola Kekayaan Alam Indonesia
Ia menambahkan, APHI bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mendorong percepatan pengembangan MUK berbasis lanskap yang akan dijadikan sebagai proyek percontohan. Implementasi model tersebut memerlukan dukungan para pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun kelompok perhutanan sosial.
Soewarso menegaskan kolaborasi antara PBPH dan Perhutanan Sosial dalam kerangka MUK berbasis lanskap diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian daerah. Sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi hutan.
(poe)
Lihat Juga :