Pelaku Usaha di Madura Dorong Pemerintah Berlakukan Tarif Khusus Rokok
Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Rosi optimistis, jika tarif lebih realistis diterapkan, pelaku usaha kecil hingga menengah akan terdorong masuk ke sistem legal. Dampaknya, peredaran rokok ilegal bisa ditekan dan penerimaan cukai negara berpotensi meningkat secara berkelanjutan.
Lihat video: BNN Rekomendasikan Rokok Elektrik Vape Dilarang Karena Jadi Media Penggunaan Narkoba
Data di lapangan menunjukkan adanya kontribusi signifikan industri rokok Madura terhadap penerimaan negara. Target pendapatan cukai yang dibebankan kepada Bea Cukai Madura tercatat lebih dari Rp1,26 triliun. "Namun realisasinya melampaui target hingga menembus Rp1,7 triliun, didorong kontribusi perusahaan berpita cukai, termasuk PR Cahaya Pro," terang dia.
Dorongan positif juga datang dari unsur ulama Pamekasan, seperti pengasuh pondok pesantren Gunungsari, Prappo, Pamekasan, KH. Kholil Muhammad. Ia menilai sektor tembakau merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Madura yang harus dikelola dengan pendekatan adil dan berkelanjutan.
“Kaum ulama di Pamekasan akan terus mengawal aspirasi ini agar rencana penambahan layer baru rokok mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat agar segera direalisasikan,” kata KH. Kholil Muhammad.
Sementara, pemilik pabrik rokok CV. Jawara International, Djaya, H. Marsuto Alfianto, menyatakan sepakat tanpa syarat atas gagasan agar Menkeu Purbaya segera memberlakukan layer rokok. “Saya sepakat dengan PR Cahaya Pro. Sepakat tanpa syarat,” ujar Alfian.
Lihat video: BNN Rekomendasikan Rokok Elektrik Vape Dilarang Karena Jadi Media Penggunaan Narkoba
Data di lapangan menunjukkan adanya kontribusi signifikan industri rokok Madura terhadap penerimaan negara. Target pendapatan cukai yang dibebankan kepada Bea Cukai Madura tercatat lebih dari Rp1,26 triliun. "Namun realisasinya melampaui target hingga menembus Rp1,7 triliun, didorong kontribusi perusahaan berpita cukai, termasuk PR Cahaya Pro," terang dia.
Dorongan positif juga datang dari unsur ulama Pamekasan, seperti pengasuh pondok pesantren Gunungsari, Prappo, Pamekasan, KH. Kholil Muhammad. Ia menilai sektor tembakau merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Madura yang harus dikelola dengan pendekatan adil dan berkelanjutan.
“Kaum ulama di Pamekasan akan terus mengawal aspirasi ini agar rencana penambahan layer baru rokok mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat agar segera direalisasikan,” kata KH. Kholil Muhammad.
Sementara, pemilik pabrik rokok CV. Jawara International, Djaya, H. Marsuto Alfianto, menyatakan sepakat tanpa syarat atas gagasan agar Menkeu Purbaya segera memberlakukan layer rokok. “Saya sepakat dengan PR Cahaya Pro. Sepakat tanpa syarat,” ujar Alfian.
(cip)
Lihat Juga :