Pemkab Sukabumi Perkuat Energi Terbarukan Lewat Kolaborasi Desa
Jum'at, 13 Februari 2026 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Program ini didukung oleh penyisihan sebagian management fee produk tersebut. Selain di Sukabumi, dukungan juga diberikan pada berbagai program energi terbarukan lainnya, termasuk pengembangan mesin pengering tenaga surya untuk rumput laut di Nusa Penida, Bali.
Direktur Rumah Energi Sumanda Tondang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan program. “Biogas dan Solar Dryer House bukan sekadar infrastruktur, tetapi sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular. Ketika masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga pengelolaan, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Solar Dryer House di Kampung Tegallega menjadi solusi atas tantangan pengeringan pascapanen bawang merah dan padi yang selama ini masih bergantung pada penjemuran terbuka. Teknologi berbasis energi matahari ini menjaga kestabilan suhu sehingga kualitas hasil panen lebih merata dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Rangkaian kegiatan ini juga mencakup edukasi literasi keuangan bagi kelompok perempuan di Desa Cidadap dan Desa Loji yang dilaksanakan pada 27 Januari lalu. Pelatihan meliputi perencanaan keuangan, pengelolaan tabungan, serta pengambilan keputusan keuangan yang bijak.
Agung menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. “Kami percaya bahwa transisi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal penguatan kapasitas masyarakat. Ketika energi bersih dikembangkan bersamaan dengan peningkatan literasi dan kemandirian ekonomi, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” lanjutnya.
Melalui peresmian ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap energi ramah lingkungan, tetapi juga diperkuat kapasitasnya dalam mengelola sumber daya dan keuangan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
Direktur Rumah Energi Sumanda Tondang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan program. “Biogas dan Solar Dryer House bukan sekadar infrastruktur, tetapi sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular. Ketika masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga pengelolaan, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Solar Dryer House di Kampung Tegallega menjadi solusi atas tantangan pengeringan pascapanen bawang merah dan padi yang selama ini masih bergantung pada penjemuran terbuka. Teknologi berbasis energi matahari ini menjaga kestabilan suhu sehingga kualitas hasil panen lebih merata dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Rangkaian kegiatan ini juga mencakup edukasi literasi keuangan bagi kelompok perempuan di Desa Cidadap dan Desa Loji yang dilaksanakan pada 27 Januari lalu. Pelatihan meliputi perencanaan keuangan, pengelolaan tabungan, serta pengambilan keputusan keuangan yang bijak.
Agung menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. “Kami percaya bahwa transisi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal penguatan kapasitas masyarakat. Ketika energi bersih dikembangkan bersamaan dengan peningkatan literasi dan kemandirian ekonomi, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” lanjutnya.
Melalui peresmian ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap energi ramah lingkungan, tetapi juga diperkuat kapasitasnya dalam mengelola sumber daya dan keuangan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
(rca)
Lihat Juga :