Pemkab Sukabumi Perkuat Energi Terbarukan Lewat Kolaborasi Desa
Jum'at, 13 Februari 2026 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Program biogas di Kampung Cihurang memanfaatkan limbah organik, termasuk potensi sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN), sampah sisa makanan masih menjadi kontributor terbesar timbunan sampah nasional.
Melalui instalasi ini, limbah organik diolah menjadi energi bersih untuk kebutuhan memasak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Pemanfaatan biogas juga berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap LPG dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga sekitar 2,5 ton CO₂e per tahun.
Residu biogas dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk cair dan padat untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. PT Insight Investments Management (PT IIM), perusahaan manajer investasi sekaligus pionir reksa dana berdampak sosial di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.
Komisaris Utama PT IIM, Anak Agung Gde Wisnu Wardhana menyampaikan bahwa inisiatif di Sukabumi merupakan bagian dari rangkaian program yang telah berjalan di berbagai daerah.
“Agenda pembangunan biogas dan Solar Dryer House ini merupakan bagian dari rangkaian program Desa Energi Insight yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Tanjung Boleng, Nusa Tenggara Timur, serta di Karang Sidemen, Lombok Tengah dan kemudian di Lampung Timur. Kami melihat bahwa pengembangan energi terbarukan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekonomi lokal, ketahanan pangan, serta kualitas hidup masyarakat desa yang berwawasan lingkungan,” ujar Agung.
PT IIM mengusung tagline Transforming Investment into Social Impact, menghadirkan produk investasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga mendorong dampak sosial berkelanjutan. Program Desa Energi Insight merupakan bagian dari fitur Corporate Social Responsibility (CSR) produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable).
Melalui instalasi ini, limbah organik diolah menjadi energi bersih untuk kebutuhan memasak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Pemanfaatan biogas juga berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap LPG dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga sekitar 2,5 ton CO₂e per tahun.
Residu biogas dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk cair dan padat untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. PT Insight Investments Management (PT IIM), perusahaan manajer investasi sekaligus pionir reksa dana berdampak sosial di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.
Komisaris Utama PT IIM, Anak Agung Gde Wisnu Wardhana menyampaikan bahwa inisiatif di Sukabumi merupakan bagian dari rangkaian program yang telah berjalan di berbagai daerah.
“Agenda pembangunan biogas dan Solar Dryer House ini merupakan bagian dari rangkaian program Desa Energi Insight yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Tanjung Boleng, Nusa Tenggara Timur, serta di Karang Sidemen, Lombok Tengah dan kemudian di Lampung Timur. Kami melihat bahwa pengembangan energi terbarukan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekonomi lokal, ketahanan pangan, serta kualitas hidup masyarakat desa yang berwawasan lingkungan,” ujar Agung.
PT IIM mengusung tagline Transforming Investment into Social Impact, menghadirkan produk investasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga mendorong dampak sosial berkelanjutan. Program Desa Energi Insight merupakan bagian dari fitur Corporate Social Responsibility (CSR) produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable).
Lihat Juga :