SPPG Jadi Prioritas di PLBN Yetetkun, BNPP RI Dorong Pemenuhan Gizi Warga Perbatasan
Selasa, 10 Februari 2026 - 12:43 WIB
loading...
A
A
A
Selain infrastruktur jalan, Sekretaris BNPP RI juga menyoroti keterbatasan jaringan telekomunikasi di wilayah Yetetkun. Selama perjalanan, sinyal komunikasi sempat terputus, yang menandakan layanan telekomunikasi belum berjalan optimal.
Lihat video: Kepala BGN: 12 Ribu SPPG Beri Manfaat ke Hampir 37 Juta Jiwa!
“Tadi juga sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Boven Digoel, kita akan berusaha menyampaikan kepada pihak yang berwenang, terutama Kementerian Kominfo, untuk menambah titik-titik tower guna penguatan sinyal, khususnya di daerah Yetetkun,” jelasnya.
Namun demikian, perhatian utama dalam kunjungan ini mengerucut pada rencana pendirian SPPG. Dalam audiensi bersama unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan setempat, Sekretaris BNPP RI menilai PLBN Yetetkun memiliki urgensi tinggi untuk mendapatkan fasilitas tersebut, mengingat wilayah ini masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Saya melihat Yetetkun ini memang perlu. Masyarakat di sekitar perbatasan ini pantas mendapatkan program tersebut,” ungkapnya.
Dia menegaskan, pemenuhan gizi tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, melainkan harus menjangkau masyarakat perbatasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
BNPP RI, lanjutnya, akan mengupayakan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait agar rencana pembangunan SPPG di PLBN Yetetkun dapat direalisasikan, meskipun pelaksanaannya berada pada kewenangan instansi teknis.
Terkait sasaran penerima manfaat, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menilai cakupan program SPPG di kawasan perbatasan idealnya bersifat menyeluruh. Dengan jumlah penduduk yang relatif tidak besar, program ini dinilai memungkinkan untuk menjangkau seluruh masyarakat sekitar PLBN.
Lihat video: Kepala BGN: 12 Ribu SPPG Beri Manfaat ke Hampir 37 Juta Jiwa!
“Tadi juga sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Boven Digoel, kita akan berusaha menyampaikan kepada pihak yang berwenang, terutama Kementerian Kominfo, untuk menambah titik-titik tower guna penguatan sinyal, khususnya di daerah Yetetkun,” jelasnya.
Namun demikian, perhatian utama dalam kunjungan ini mengerucut pada rencana pendirian SPPG. Dalam audiensi bersama unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan setempat, Sekretaris BNPP RI menilai PLBN Yetetkun memiliki urgensi tinggi untuk mendapatkan fasilitas tersebut, mengingat wilayah ini masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Saya melihat Yetetkun ini memang perlu. Masyarakat di sekitar perbatasan ini pantas mendapatkan program tersebut,” ungkapnya.
Dia menegaskan, pemenuhan gizi tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, melainkan harus menjangkau masyarakat perbatasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
BNPP RI, lanjutnya, akan mengupayakan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait agar rencana pembangunan SPPG di PLBN Yetetkun dapat direalisasikan, meskipun pelaksanaannya berada pada kewenangan instansi teknis.
Terkait sasaran penerima manfaat, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menilai cakupan program SPPG di kawasan perbatasan idealnya bersifat menyeluruh. Dengan jumlah penduduk yang relatif tidak besar, program ini dinilai memungkinkan untuk menjangkau seluruh masyarakat sekitar PLBN.
Lihat Juga :