Banyak Sejawatnya Meninggal COVID-19, Ini Suara Hati Para Dokter
Kamis, 17 September 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Para dokter, kata dia, juga harus mengurangi layanan rutin praktik pribadi dengan cara membatasi jumlah pasien, hari praktik serta mengunakan APD secara disiplin dan benar. Mereka juga harus rutin untuk melakukan rapid test atau PCR.
Untuk direktur RS, kata dia, harus ada upaya pemisahan pelayanan COVID-19 dan non COVID-19. Sekaligus ada fasilitas skrining rutin bagi nakes serta tim pengawas dalam rangka memastikan monitoring.
“Bentuk juga tim audit medis terhada semua kasus infeksi sampai kasus meninggal yang terjadi pada para sejawat,” jelas dia.
Semua itu, kata dia, dilakukan untuk bahan evaluasi dan rekomendasi dalam merespon kondisi di tiap cabang maupun rumah sakit setempat. Sekaligus ada laporan rutin data dan kondisi sejawat yang terinfeksi COVID-19.
Untuk direktur RS, kata dia, harus ada upaya pemisahan pelayanan COVID-19 dan non COVID-19. Sekaligus ada fasilitas skrining rutin bagi nakes serta tim pengawas dalam rangka memastikan monitoring.
“Bentuk juga tim audit medis terhada semua kasus infeksi sampai kasus meninggal yang terjadi pada para sejawat,” jelas dia.
Semua itu, kata dia, dilakukan untuk bahan evaluasi dan rekomendasi dalam merespon kondisi di tiap cabang maupun rumah sakit setempat. Sekaligus ada laporan rutin data dan kondisi sejawat yang terinfeksi COVID-19.
(nth)
Lihat Juga :