Kasus COVID-19 Naik di 11 Daerah Pilkada Sulsel

Kamis, 17 September 2020 - 06:08 WIB
loading...
Kasus COVID-19 Naik...
Kasus COVID-19 dilaporkan kembali bertumbuh di sejumlah wilayah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Kasus COVID-19 dilaporkan kembali bertumbuh di sejumlah wilayah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 . Dari 12 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada , 11 diantaranya dilaporkan mengalami peningkatan kasus COVID-19 . Baca : Klaster Baru COVID-19 di Pilkada Dinilai Berpotensi Terjadi

Data ini berdasarkan analisa dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel sebagaimana dilaporkan Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat rapat tindak lanjut penanganan COVID-19 yang digelar melalui telekonferensi, kemarin.

"Kita melihat bahwa dari 12 daerah yang melaksanakan pilkada , ada 11 daerah yang rata-rata kasus konfirmasi positifnya naik setelah tahapan pilkada dimulai," ungkap Nurdin di rumah jabatan Gubernur Sulsel.

Adapun 11 kabupaten/kota yang dimaksud, diantaranya Kota Makassar, Gowa, Bulukumba, Maros, Luwu Utara, Pangkep, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Barru, dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara satu daerah lainnya, yakni Kabupaten Soppeng, dinilai rata-rata kasus terkonfirmasi positif hariannya cenderung menurun. "Karena memang pilkadanya hanya diikuti satu pasang peserta, sehingga intensitas pergerakan massa dipastikan berkurang," jelasnya.

Menurut Nurdin, adanya potensi kemunculan klaster pilkada dinilai karena masyarakat utamanya kontestan, tidak komitmen pada aturan pelaksanaan protokol kesehatan (protkes). Pengerahan massa oleh tiap kandidat yang abai akan hal itu menjadi pemicu utama. Baca Juga : Gubernur Sulsel Minta Paslon Pilkada Patuh Protokol Kesehatan

Situasi ini pun sempat terjadi pada awal tahapan pilkada berlangsung, saat pendaftaran bakal calon kepala daerah. Mayoritas pelanggaran protokol kesehatan dengan menciptakan kerumunan. Membuka ruang kemungkinan penularan COVID-19 jadi lebih besar.

"Kami berharap tidak ada klaster baru COVID-19 pada kontestasi pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. Karena memang jujur saja, ini yang mengkhawatirkan bagi kami munculnya klaster baru di pilkada ini," ucap Nurdin.

Untuk menanggulangi ancaman klaster baru tersebut, dirinya mengaku sudah melakukan koordinasi kepada panitia penyelenggaran di Sulsel untuk antisipasi kemunculan klaster pilkada. KPU dan Bawaslu, dibantu kolaborasi TNI-Polri untuk ikut melakukan sosialisasi dan mengawasi pelaksanaan pilkada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hanya saja, menurut Nurdin hal ini tidak cukup. Di hadapan Menko Kemaritiman dan Investasi, dirinya menyampaikan, perlu adanya regulasi yang secara ketat mengatur pemberian sanksi bagi para kandidat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

"Terkait dengan wacana keputusan menunda pelaksanaan pilkada, kali ini kami serahkan ke pemerintah pusat. Tapi kami berharap agar pemerintah pusat dapat mengeluarkan regulasi yang memuat sanksi tegas bagi kontestan yang melanggar protokol kesehatan, tentu dalam setiap tahapan pilkada ," imbuh dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov Sulsel: Pengalaman...
Pemprov Sulsel: Pengalaman Luas di Birokrasi Jadi Modal Berharga Abdul Hayat Gani Nakhodai DPW Perindo
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
MDA-Polda Sulsel Kerja...
MDA-Polda Sulsel Kerja Sama Perkuat Pengamanan dan Penegakan Hukum
Kreatif, TPS di Bogor...
Kreatif, TPS di Bogor Gelar Pesta Halloween untuk Tarik Minat Pemilih
Ahmad Luthfi Unggul...
Ahmad Luthfi Unggul di TPS Tempatnya Nyoblos, Raup 234 Suara
Bobby-Surya Kalah Telak...
Bobby-Surya Kalah Telak di TPS Edy Rahmayadi, Hanya Raih 65 Suara
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Rekomendasi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Luminary Heart Jadi...
Luminary Heart Jadi Andalan Isago x Nagita Slavina, Bisa Dipadukan untuk Berbagai Gaya
Berita Terkini
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved