Hanya Bisa Mengekor, Riau Dinilai Gagal Tangani COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 00:57 WIB
loading...
A
A
A
Hari ini, tercatat sebanyak 183 penambahan COVID-19 di Riau. Sehingga angka warga terkonfirmasi COVID-19 di Riau, sudah mencapai angka 4.327 penderita. "Saat ini Riau butuh pemimpin yang pintar, agar angka penyebaran COVID-19 tidak tinggi, seperti sekarang. Jangan tahunya hanya ngekor saja," pintanya.
Dia meyakini, bahwa penderita COVID-19 jauh lebih tinggi dari data yang disajikan Pemda di Riau. Hal ini karena swab belum terlalu massal. Harus ada pembatasan orang keluar masuk Riau, tapi benar-benar direalisasikan, bukan hanya basa basi saja.
"Setiap yang masuk ke Riau harus tes swab atau isolasi yang ditetapkan pemerintah selama 14 hari. Penerapan protokol kesehatan COVID-19 bukan hanya pengumuman, tapi betul diawasi 24 jam. Di luar rumah harus dibuat gerakan di tingkat RT untuk memantau warga yang tidak taat protokol kesehatan," imbuhnya.
(Baca juga: Usai Berhubungan Badan, Pemuda Ini Tinggalkan PSK Mati di Hotel )
Dia meyakini, angka COVID-19 jauh lebih banyak dari data yang disajikan jika dilakukan swab lebih massal.Swap harus diperbanyak, karena dengan diperbanyak swap akan membuka gunung es COVID-19 ," pungkasnya.
Dia meyakini, bahwa penderita COVID-19 jauh lebih tinggi dari data yang disajikan Pemda di Riau. Hal ini karena swab belum terlalu massal. Harus ada pembatasan orang keluar masuk Riau, tapi benar-benar direalisasikan, bukan hanya basa basi saja.
"Setiap yang masuk ke Riau harus tes swab atau isolasi yang ditetapkan pemerintah selama 14 hari. Penerapan protokol kesehatan COVID-19 bukan hanya pengumuman, tapi betul diawasi 24 jam. Di luar rumah harus dibuat gerakan di tingkat RT untuk memantau warga yang tidak taat protokol kesehatan," imbuhnya.
(Baca juga: Usai Berhubungan Badan, Pemuda Ini Tinggalkan PSK Mati di Hotel )
Dia meyakini, angka COVID-19 jauh lebih banyak dari data yang disajikan jika dilakukan swab lebih massal.Swap harus diperbanyak, karena dengan diperbanyak swap akan membuka gunung es COVID-19 ," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :