Hanya Bisa Mengekor, Riau Dinilai Gagal Tangani COVID-19

Kamis, 17 September 2020 - 00:57 WIB
loading...
Hanya Bisa Mengekor,...
Penanganan COVID-19 di Riau, dinilai gagal. Foto/Ilustrasi
A A A
PEKANBARU - Pemerintah daerah di Riau, dinilai gagal dalam menangani penyebaran COVID-19 . Ini menyusul semakin banyaknya warga di Riau, yang dinyatakan positigf COVID-19 .

(Baca juga: Wanita-wanita Seksi Pemandu Lagu Terjaring Razia Masker )

Belakangan, penambahan penderita COVID-19 di Riau, paling sedikit 100 orang dengan angka kesembuhan sedikit. Ini jauh berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya angka penambahan perhari dibawa 10 sementara angka kesembuhan juga baik.

Pengamat Kebijakan Publik, M Rawa El Amad mengatakan, bahwa kegagalan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota karena tidak memiliki terobosan untuk penanganan COVID-19 . Ini terlepas karena Pemerintah Provinsi Riau hanya bisa 'mengekor' saja apa yang sudah dilakukanh pusat.

"Saya belum melihat ada upaya yang berupa inisiatif dari pemerintah daerah untuk menangani COVID-19 . Yang dilakukan selama ini merupakan copy paste dari program pusat. Dengan demikian wajar sekali kalau di Riau, penularan COVID-19 cukup tinggi. Ini karena Pemda di Riau tidak punya inisiatif untuk menjawab tantangan yang ada," sebuh M Rawa El Amad Kamis (16/9/2020).

Saat ini Riau butuh pimpinan yang berani dan pintar untuk menangani COVID-19 , bukan hanya sebagai pengikut saja. Warga saat ini tidak bisa hanya sekedar himbauan untuk protokol kesehatan. (Baca juga: Ada Pandemi COVID-19, Pesta Mewah dan Panas Digelar di Tuban )

Menurutnya, tingginya penyebaran COVID-19 di Riau tidak terlepas dari 'melempemnya' pemangku kepentingan. Jika pemimpin di Riau, smart, tegas dan bijak, tentunya laju penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

Hari ini, tercatat sebanyak 183 penambahan COVID-19 di Riau. Sehingga angka warga terkonfirmasi COVID-19 di Riau, sudah mencapai angka 4.327 penderita. "Saat ini Riau butuh pemimpin yang pintar, agar angka penyebaran COVID-19 tidak tinggi, seperti sekarang. Jangan tahunya hanya ngekor saja," pintanya.

Dia meyakini, bahwa penderita COVID-19 jauh lebih tinggi dari data yang disajikan Pemda di Riau. Hal ini karena swab belum terlalu massal. Harus ada pembatasan orang keluar masuk Riau, tapi benar-benar direalisasikan, bukan hanya basa basi saja.

"Setiap yang masuk ke Riau harus tes swab atau isolasi yang ditetapkan pemerintah selama 14 hari. Penerapan protokol kesehatan COVID-19 bukan hanya pengumuman, tapi betul diawasi 24 jam. Di luar rumah harus dibuat gerakan di tingkat RT untuk memantau warga yang tidak taat protokol kesehatan," imbuhnya.

(Baca juga: Usai Berhubungan Badan, Pemuda Ini Tinggalkan PSK Mati di Hotel )

Dia meyakini, angka COVID-19 jauh lebih banyak dari data yang disajikan jika dilakukan swab lebih massal.Swap harus diperbanyak, karena dengan diperbanyak swap akan membuka gunung es COVID-19 ," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Kapolda Riau Copot Kapolsek...
Kapolda Riau Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan seusai Unjuk Rasa Berujung Anarki
2.713 Hektare Hutan...
2.713 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar, Riau Siaga Darurat Karhutla!
BPIP Gandeng LPM Riau...
BPIP Gandeng LPM Riau Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Masyarakat
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Cardea Resmi Hadirkan Fasilitas Pilates dan Fisioterapi Terpadu di Pekanbaru
Bea Cukai Sita 160 Juta...
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Ilegal Impor Rp500 Miliar di Pekanbaru
Jelang Sidang, Gubernur...
Jelang Sidang, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dipindah ke Pekanbaru
Kejagung Geledah 20...
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Riau dan Medan terkait Korupsi POME, Sasarannya Rumah hingga Pabrik
Polisi Tetapkan Pelaku...
Polisi Tetapkan Pelaku Penganiayaan Mahasiswi di Riau, jadi Tersangka!
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved