BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem hingga 29 Januari, Jakarta-Banten Awas
Jum'at, 23 Januari 2026 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Bibit Siklon 92P saat ini juga terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa, kecepatan angin sebesar 15 knot, serta bergerak ke arah selatan-tenggara.
Secara umum, potensi bibit 92P menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam dalam kategori rendah. Bibit siklon tropis 92P dapat meningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, dan Papua Selatan bagian Selatan.
Kemudian, membentuk pertemuan (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Laut Timor hingga Papua Selatan bagian Selatan, serta sekitar Bibit Siklon Tropis.
Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat, sehingga massa udara lembap lebih cepat dan mudah melewati ekuator menuju wilayah selatan Indonesia.
"Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," kata BMKG.
Kombinasi dari gelombang atmosfer tersebut berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut.
Dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung tersebut, potensi terjadi cuaca ekstrem diprediksi masih tinggi. "Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca signifikan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, serta longsor," imbaunya.
Berikut prakiraan cuaca sepekan ke depan:
Secara umum, potensi bibit 92P menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam dalam kategori rendah. Bibit siklon tropis 92P dapat meningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, dan Papua Selatan bagian Selatan.
Kemudian, membentuk pertemuan (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Laut Timor hingga Papua Selatan bagian Selatan, serta sekitar Bibit Siklon Tropis.
Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat, sehingga massa udara lembap lebih cepat dan mudah melewati ekuator menuju wilayah selatan Indonesia.
"Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," kata BMKG.
Kombinasi dari gelombang atmosfer tersebut berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut.
Dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung tersebut, potensi terjadi cuaca ekstrem diprediksi masih tinggi. "Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca signifikan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, serta longsor," imbaunya.
Berikut prakiraan cuaca sepekan ke depan:
Lihat Juga :