BNPB Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Tamiang
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
"Salah satu huntara yang tengah dibangun berlokasi di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 8.672,6 m2 dengan bangunan yang disusun menggunakan sistem kopel berukuran 18 m x 7,2 m terdiri atas beberapa unit hunian dalam satu rangkaian," tuturnya.
Lihat video: Pemulihan Infrastruktur Dasar di Aceh Tamiang
Djohan menerangkan, 1 unit bangunan memiliki ukuran 3,6 m x 4,8 m, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m serta teras seluas 1,2 m x 3,6 m untuk menunjang kenyamanan penghuni. Desain kopel ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang optimal, memudahkan penyediaan fasilitas bersama seperti sanitasi, serta mendukung penataan lingkungan huntara yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.
"Guna mengejar target penyelesaian, BNPB melakukan percepatan dengan menambah personel di lapangan, termasuk masyarakat setempat, TNI/Polri serta lembaga swasta. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung proses pembangunan," jelasnya.
Djohan menambahkan, BNPB membangun 1.505 unit huntara, terdiri dari 323 unit huntara insitu, yang dibangun dekat dengan lokasi asal tempat tinggal warga di Kecamatan Karang Baru (203 unit), Mayak Payed (22 unit), Bendahara (48 unit), Banda Mulia (2 unit), Rantau (28 unit) dan Kota Kualasimpang (20 unit)
Sedangkan sebanyak 1.182 unit huntara terpusat, antara lain Kecamatan Sekerak (121 unit), Bandar Pusaka (245 unit), Tamiang Hulu (481 unit), Rantau (116 unit), Seruway (34 unit), Kota Kualasimpang (35 unit) dan Kejuruan Muda (150 unit).
Lihat video: Pemulihan Infrastruktur Dasar di Aceh Tamiang
Djohan menerangkan, 1 unit bangunan memiliki ukuran 3,6 m x 4,8 m, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m serta teras seluas 1,2 m x 3,6 m untuk menunjang kenyamanan penghuni. Desain kopel ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang optimal, memudahkan penyediaan fasilitas bersama seperti sanitasi, serta mendukung penataan lingkungan huntara yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.
"Guna mengejar target penyelesaian, BNPB melakukan percepatan dengan menambah personel di lapangan, termasuk masyarakat setempat, TNI/Polri serta lembaga swasta. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung proses pembangunan," jelasnya.
Djohan menambahkan, BNPB membangun 1.505 unit huntara, terdiri dari 323 unit huntara insitu, yang dibangun dekat dengan lokasi asal tempat tinggal warga di Kecamatan Karang Baru (203 unit), Mayak Payed (22 unit), Bendahara (48 unit), Banda Mulia (2 unit), Rantau (28 unit) dan Kota Kualasimpang (20 unit)
Sedangkan sebanyak 1.182 unit huntara terpusat, antara lain Kecamatan Sekerak (121 unit), Bandar Pusaka (245 unit), Tamiang Hulu (481 unit), Rantau (116 unit), Seruway (34 unit), Kota Kualasimpang (35 unit) dan Kejuruan Muda (150 unit).
Lihat Juga :