Diteror usai Kritik Pemerintah soal Bencana Sumatera, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Sejalan itu, Iqbal yang berstatus aktivis lingkungan juga diteror dengan dampak serupa. Teror semacam ini memperlihatkan realitas bagaimana suara kritis atas kerja-kerja pemerintah diredam.
"Jadi, bukan hanya bentuk ancaman biasa, bukan bentuk intimidasi biasa, tapi sudah pada dugaan tindak pidana teror yang menyebabkan ketakutan secara meluas," kata Gema.
Pada Desember 2025 lalu, Iqbal Damanik diteror dengan bangkai ayam tanpa kepala yang dikirimi ke kediamannya. Dia dikirimi pesan agar tak bersuara kritis kembali soal penanganan bencana Sumatera.
Sementara, Yansen diteror dengan cara doxing dan peretasan kartu SIM ponselnya. Dia mengkritik tindakan pemerintah saat penanganan bencana Sumatera melalui media sosial pribadinya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pemerintah terbuka atas segala kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak di Sumatera dan Aceh.
"Kami, pemerintah mendengar dan memahami berbagai kritik serta masukan dari masyarakat terhadap penanganan bencana Sumatera," ujar Tito di Jakarta pada Desember 2025 lalu.
"Jadi, bukan hanya bentuk ancaman biasa, bukan bentuk intimidasi biasa, tapi sudah pada dugaan tindak pidana teror yang menyebabkan ketakutan secara meluas," kata Gema.
Pada Desember 2025 lalu, Iqbal Damanik diteror dengan bangkai ayam tanpa kepala yang dikirimi ke kediamannya. Dia dikirimi pesan agar tak bersuara kritis kembali soal penanganan bencana Sumatera.
Sementara, Yansen diteror dengan cara doxing dan peretasan kartu SIM ponselnya. Dia mengkritik tindakan pemerintah saat penanganan bencana Sumatera melalui media sosial pribadinya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pemerintah terbuka atas segala kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak di Sumatera dan Aceh.
"Kami, pemerintah mendengar dan memahami berbagai kritik serta masukan dari masyarakat terhadap penanganan bencana Sumatera," ujar Tito di Jakarta pada Desember 2025 lalu.
(jon)
Lihat Juga :