Program Pendekar Dewa PGN Berdayakan Warga Pagardewa Sumsel
Rabu, 14 Januari 2026 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain berfungsi sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.
Danau Kemiri kini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar Rp92,48 juta atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Keberadaan Danau Kemiri beserta sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ucapnya.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim Juli Jumatan Nuri mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Danau Kemiri kini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar Rp92,48 juta atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Keberadaan Danau Kemiri beserta sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ucapnya.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim Juli Jumatan Nuri mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :