Program Pendekar Dewa PGN Berdayakan Warga Pagardewa Sumsel
Rabu, 14 Januari 2026 - 10:00 WIB
loading...
Program CSR PGN melalui Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa) berupaya mewujudkan masyarakat Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan berdaya, berkarya, serta inovatif. Foto: Ist
A
A
A
MUARA ENIM - Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif , Aman, dan Setara (Pendekar Dewa) berupaya mewujudkan masyarakat Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan berdaya, berkarya, serta inovatif.
Lewat Pendekar Dewa, PGN menyerahkan sarana wisata edukatif kreatif playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Harta Karun Migas Ditemukan di Muara Enim, Segini Kandungannya
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Desa Pagardewa memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan karet dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan, Pendekar Dewa dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak berkelanjutan. Fase pertama pada 2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat.
Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian, sementara fase ketiga di tahun 2025 menitikberatkan pada penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada para pemangku kepentingan lokal.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri, Selasa (13/1/2026).
Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai penjualan dan menstabilkan harga. Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet sekaligus SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM keluarga petani.
Kemudian, Pilar Setara menjawab keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang sebelumnya mengharuskan sebagian warga berjalan hingga 1 km untuk mendapatkan air.
PGN membangun lima fasilitas MCK bertenaga PLTS dan membentuk kelompok Pendekar Talang sebagai pengelola air. Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Adapun Pilar Ekonomi Kreatif diwujudkan melalui pengembangan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik meliputi aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater.
Selain berfungsi sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.
Danau Kemiri kini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar Rp92,48 juta atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Keberadaan Danau Kemiri beserta sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ucapnya.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim Juli Jumatan Nuri mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lewat Pendekar Dewa, PGN menyerahkan sarana wisata edukatif kreatif playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Harta Karun Migas Ditemukan di Muara Enim, Segini Kandungannya
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Desa Pagardewa memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan karet dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan, Pendekar Dewa dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak berkelanjutan. Fase pertama pada 2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat.
Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian, sementara fase ketiga di tahun 2025 menitikberatkan pada penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada para pemangku kepentingan lokal.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri, Selasa (13/1/2026).
Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai penjualan dan menstabilkan harga. Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet sekaligus SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM keluarga petani.
Kemudian, Pilar Setara menjawab keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang sebelumnya mengharuskan sebagian warga berjalan hingga 1 km untuk mendapatkan air.
PGN membangun lima fasilitas MCK bertenaga PLTS dan membentuk kelompok Pendekar Talang sebagai pengelola air. Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Adapun Pilar Ekonomi Kreatif diwujudkan melalui pengembangan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik meliputi aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater.
Selain berfungsi sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.
Danau Kemiri kini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar Rp92,48 juta atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Keberadaan Danau Kemiri beserta sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ucapnya.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim Juli Jumatan Nuri mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :