Wabah Corona Tak Surutkan Langkah Pergunu Jabar Terbitkan Jurnal Pendidikan

Rabu, 15 April 2020 - 10:50 WIB
loading...
Wabah Corona Tak Surutkan...
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pergunu Jabar, Saepuloh. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
BANDUNG - Wabah virus Corona atau COVID-19 tak menyurutkan semangat dan kreativitas para guru, dosen, yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat.

Di tengah segala keterbatasan akibat wabah COVID-19, Pergunu Jabar mantap melangkah dengan menerbitkan jurnal pendidikan yang merupakan media publikasi untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian, pengembangan, dan penerapannya di bidang pendidikan.

"Jurnal Pergunu merupakan terbitan berkala nasional yang diterbitkan oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan Pergunu Jabar," ujar Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pergunu Jabar, Saepuloh, Rabu (15/4/2020).

Menurut dia, Jurnal Pergunu ini sedianya terbit setahun dua kali. Volume I terbit pada Juli dan volume II Desember setiap tahunnya, proses pengumpulan tulisan volume I dilaksanakan bulan April-Mei dan volume II September-Oktober dan terbit pada Desember setiap tahunnya.

"Namun, karena keterbatasan tim redaksi dan juga antusiasme anggota dalam pengiriman naskah ke tim redaksi, volume II tahun 2019 tidak bisa hadir dan kini lahir edisi kedua untuk volume I tahun 2020," terang Saepuloh.

Saepuloh mengakui, memang butuh komitmen yang kuat agar jurnal ini selalu bisa hadir, terlebih pada kondisi saat ini semua aktivitas dibatasi akibat wabah COVID-19. Namun, dengan komitmen yang kuat, guru dan dosen Pergunu Jabar bisa terus berkarya dan mengirimkan naskah artikelnya kepada tim redaksi.

"Kami pun sebagai tim redaksi terus berbenah diri dengan mengaktifkan http://e-jurnal.guru-aswaja.com/index.php/pergunu, sehingga naskah teman-teman tidak menunggu waktu lama untuk dipublish dan lebih mudah dipublish melalui e-jurnal," katanya.

Lebih lanjut Saepuloh mengatakan, untuk edisi kali ini, artikel yang disajikan berjumlah tujuh artikel, di antaranya ditulis oleh dosen dan guru anggota Pergunu dari berbagai instansi pendidikan.

Diawali karya hasil Fardan Abdul Basith yang sedang menempuh studi pascasarjana di UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dengan tulisan berjudul "Efektifitas Penerapan Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab" (Study Analisis Perbandingan Kurikulum Bahasa Arab di SMA Terpadu Al-Ittihad Cianjur dan SMA Al-Azhary Cianjur).

Disambung dengan tulisan tentang pembelajaran Bahasa Inggris yang ditulis oleh Muhammad Hasan Basari dengan judul "Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik kelas X- IPA-3 pada Pembelajaran Membaca Teks ‘Recount’ Bahasa Inggris dengan Model Student teams- Achievement Divisions (STAD).

Ada juga tulisan dari Rizki Rachmatillah yang membedah konsep pendidikan karakter dalam Al Quran dengan judul lengkapnya "Konsep Pendidikan Karakter dalam Al Quran Surat Luqman Ayat 12-19 dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam".

"Tulisan Rizki tentang pendidikan karakter dilengkapi lagi dengan tulisan berikutnya yang ditulis oleh Fitri Handayani dengan tulisan berjudul "Membentuk Karakter Peserta Didik melalui Keteladanan"," tambah Saepuloh.

Setelah membahas tentang pendidikan karakter di dua tulisan sebelumnya, pembaca juga diajak untuk membahas masalah matematika melalui judul tulisan "Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP melalui Pembelajaran Matematika Siswa SMP melalui Pembelajaran Matematika realistik" yang ditulis oleh Saepuloh sendiri dan Rina.

Disambung ke masalah pembelajaran bahasa Arab yang ditulis oleh Ahmad Asse, Ahmad Sehri, dan M Asy’ari dengan tulisan berjudul "Urgensi Penerapan Beberapa Metode Pembelajaran Bahasa Arab yang Efektif dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning pada Mahasiswa Probi PBA FTIKA IAIN Palu".

"Edisi kali ini ditutup oleh tulisan karya Heru Hermanto dengan judul tulisan yang menarik sekali, yaitu "Efektifitas Whatsapp Learning Untuk Meningkatkan Partisipas Aktif Siswa kelas VIII"," sebut Saepuloh.

Saepuloh menyatakan, pada era ini, setiap akademisi atau intelektual tidak boleh merasa cukup dengan hanya aktif mengajar atau mengikuti seminar. Namun, dia juga harus selalu memiliki komitmen untuk menulis dan melakukan penelitian. "Jurnal ini semoga menjadi media untuk hal tersebut," imbuhnya.

Ke depan, Saepuloh berharap, jurnal ini dapat terakreditasi dan bahkan bisa terindeks Scopus, sehingga bukan hanya guru, tetapi dosen pun bisa terbantu untuk kepentingan naik pangkatnya dan pengembangan karirnya.

"Jurnal ini juga diharapkan bisa menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang pendidikan dan dapat di-publish dalam bentuk Open Jurnal System (OJS), agar lebih bermanfaat dan dan dapat diakses lebih luas lagi oleh semua pihak," pungkasnya.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Jurnal Pergunu, Daan Dini Khairunida mengajak anggota Pergunu untuk terus berkarya. Dia pun berharap, jurnal ini bisa terus menjadi media edukatif, meski dengan segala kekurangan dan ketepatan waktu penerbitan yang sangat tergantung pada keaktifan anggota dalam mengirimkan naskah.

Tidak hanya itu, dia pun berharap, Jurnal Pergunu ini mampu mendongkrak intelektualitas anggota Pergunu, sehingga bisa bersaing di dunia akademis baik nasional maupun internasional.

"Sudah sepantasnya kita saling memotivasi, agar para pembelajar anggota Pergunu khususnya, bisa terus berkontribusi nyata di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapannya di bidang pendidikan. Semoga Jurnal ini bisa terus menginspirasi bagi setiap pembacanya," pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Rekomendasi
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Berita Terkini
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved