Penyuluh Agama Islam dan Guru Madrasah Berikan Trauma Healing ke Penyintas Banjir di Aceh
Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Materi coping strategy dan manajemen stres disampaikan melalui metode yang ringan, seperti permainan motivasi, role play, latihan relaksasi, hingga mindfulness.
“Kami ingin ibu-ibu pulang dengan bekal, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keyakinan bahwa keluarga mereka mampu bangkit,” kata Mulyadi.
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Zudi Rahmanto menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Kementerian Agama dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
“Pendampingan psikososial penting agar penyintas tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mental. Dengan pembekalan PFA dan rapid assessment, relawan diharapkan mampu memperkuat ketahanan psikososial masyarakat,” ujar Zudi.
Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan tawa dan pelukan. Di tengah keterbatasan, harapan kembali disemai. Dari permainan, cerita, dan kehadiran yang tulus, luka perlahan menemukan jalannya untuk pulih.
“Kami ingin ibu-ibu pulang dengan bekal, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keyakinan bahwa keluarga mereka mampu bangkit,” kata Mulyadi.
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Zudi Rahmanto menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Kementerian Agama dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
“Pendampingan psikososial penting agar penyintas tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mental. Dengan pembekalan PFA dan rapid assessment, relawan diharapkan mampu memperkuat ketahanan psikososial masyarakat,” ujar Zudi.
Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan tawa dan pelukan. Di tengah keterbatasan, harapan kembali disemai. Dari permainan, cerita, dan kehadiran yang tulus, luka perlahan menemukan jalannya untuk pulih.
(cip)
Lihat Juga :