Penyuluh Agama Islam dan Guru Madrasah Berikan Trauma Healing ke Penyintas Banjir di Aceh

Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
Penyuluh Agama Islam...
Penyuluh Agama Islam dan Guru Madrasah memberikan trauma healing kepada anak-anak penyintas banjir di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Foto/istimewa
A A A
ACEH - Tawa anak-anak perlahan terdengar di sebuah sudut Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana , mereka duduk melingkar, menggenggam krayon warna-warni, menggambar apa pun yang mereka suka.

Bagi mereka, momen sederhana ini adalah jeda dari rasa takut yang sempat menguasai hari-hari sebelumnya. Di tempat itulah, Penyuluh Agama Islam bersama guru madrasah hadir bukan sekadar membawa bantuan, melainkan menghadirkan rasa aman.

Sebanyak lima Penyuluh Agama Islam dan lima guru madrasah memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana, dengan peserta 80 anak dan 16 ibu rumah tangga.

Baca juga: Warga Aceh Tamiang Mulai Huni Rumah Sementara: Senang Sekali, Terima Kasih

Berbagai aktivitas trauma healing digelar. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan menggambar. Permainan sederhana itu menjadi jalan untuk memulihkan kepercayaan diri dan menenangkan batin mereka. Sementara itu, para ibu duduk berkelompok, berbagi cerita, menumpahkan kegelisahan yang selama ini terpendam.

Salah satu Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen, Mulyadi, mengatakan, pendampingan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak penyintas, terutama dari sisi kesehatan mental.

“Kami memberikan Psychological First Aid, dukungan psikologis awal agar penyintas merasa tenang, aman, dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Lihat video: Ribuan Kayu Gelondongan Sisa Banjir Banbdang Menumpuk di Aceh Tamiang


Selain PFA, tim juga memberikan respon awal kesehatan mental dan psikososial. Para relawan dibekali kemampuan melakukan penilaian cepat terhadap kondisi mental penyintas, sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.

“Kami juga mengedukasi tentang kesehatan mental, mulai dari mengenali gejala hingga pertolongan pertama pada gangguan mental,” tambah Mulyadi.

Bagi para ibu rumah tangga, pendampingan menjadi ruang penguatan. Melalui konsep Keluarga Sakinah Maslahah, mereka diajak membangun kembali ketahanan keluarga, memperkuat komunikasi, dan saling menguatkan di tengah situasi krisis.

Materi coping strategy dan manajemen stres disampaikan melalui metode yang ringan, seperti permainan motivasi, role play, latihan relaksasi, hingga mindfulness.

“Kami ingin ibu-ibu pulang dengan bekal, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keyakinan bahwa keluarga mereka mampu bangkit,” kata Mulyadi.

Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Zudi Rahmanto menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Kementerian Agama dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.

“Pendampingan psikososial penting agar penyintas tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mental. Dengan pembekalan PFA dan rapid assessment, relawan diharapkan mampu memperkuat ketahanan psikososial masyarakat,” ujar Zudi.

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan tawa dan pelukan. Di tengah keterbatasan, harapan kembali disemai. Dari permainan, cerita, dan kehadiran yang tulus, luka perlahan menemukan jalannya untuk pulih.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Muzakir Manaf: Pemulihan...
Muzakir Manaf: Pemulihan Infrastruktur di Aceh Pascabencana Baru Mencapai 30%
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Satgas PRR dan DPR Tegaskan...
Satgas PRR dan DPR Tegaskan 37 Lokasi di Aceh Tamiang Siap Dibangun Huntap
Rekomendasi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved