Penyuluh Agama Islam dan Guru Madrasah Berikan Trauma Healing ke Penyintas Banjir di Aceh
Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen, Mulyadi, mengatakan, pendampingan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak penyintas, terutama dari sisi kesehatan mental.
“Kami memberikan Psychological First Aid, dukungan psikologis awal agar penyintas merasa tenang, aman, dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Lihat video: Ribuan Kayu Gelondongan Sisa Banjir Banbdang Menumpuk di Aceh Tamiang
Selain PFA, tim juga memberikan respon awal kesehatan mental dan psikososial. Para relawan dibekali kemampuan melakukan penilaian cepat terhadap kondisi mental penyintas, sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.
“Kami juga mengedukasi tentang kesehatan mental, mulai dari mengenali gejala hingga pertolongan pertama pada gangguan mental,” tambah Mulyadi.
Bagi para ibu rumah tangga, pendampingan menjadi ruang penguatan. Melalui konsep Keluarga Sakinah Maslahah, mereka diajak membangun kembali ketahanan keluarga, memperkuat komunikasi, dan saling menguatkan di tengah situasi krisis.
“Kami memberikan Psychological First Aid, dukungan psikologis awal agar penyintas merasa tenang, aman, dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Lihat video: Ribuan Kayu Gelondongan Sisa Banjir Banbdang Menumpuk di Aceh Tamiang
Selain PFA, tim juga memberikan respon awal kesehatan mental dan psikososial. Para relawan dibekali kemampuan melakukan penilaian cepat terhadap kondisi mental penyintas, sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.
“Kami juga mengedukasi tentang kesehatan mental, mulai dari mengenali gejala hingga pertolongan pertama pada gangguan mental,” tambah Mulyadi.
Bagi para ibu rumah tangga, pendampingan menjadi ruang penguatan. Melalui konsep Keluarga Sakinah Maslahah, mereka diajak membangun kembali ketahanan keluarga, memperkuat komunikasi, dan saling menguatkan di tengah situasi krisis.
Lihat Juga :