Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kamis, 08 Januari 2026 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan Cobra membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta, tak lepas dari pendekatan Bang Pi'ie, terutama kedekatannya dengan ulama, yang pada kala itu tokoh yang disegani di Betawi. Adanya foto Bang Pi'ie biasanya merupakan jaminan toko tersebut tidak ada yang berani mengganggu.
Tugas berat Bang Pi’iie adalah menumpas kejahatan di Jakarta yang kala itu rawan, negara dalam keadaan darurat perang (SOB). Para preman di Jakarta pada masa itu benar-benar tidak berkutik dengan keberadaan organisasi Cobra.
Seperti seorang yang kehilangan atau kecopetan di suatu tempat, dia dapat mengadukan ke tokoh masyarakat setempat. Lebih-lebih terhadap para ulamanya.
Pada masa itu memang hubungan antara ulama dengan para jagoan tidak konfrontatif. Bahkan, banyak jawara Betawi yang mendapat ilmu kanuragan dari para ulama. Kedekatan Bang Pi'ie dengan para ulama dapat dilihat dari hubungannya dengan Majelis Taklim Kwitang.
Karena keberhasilannya mengamankan Kota Jakarta, pada 24 Februari 1966, Bang Pi'ie oleh Bung Karno dilantik sebagai Menteri Pertahanan Nasional dalam Kabinet Dwikora yang disempurnakan.
Namun, setelah kabinet ini dibubarkan Soeharto melalui Supersemar pada 11 Maret 1966, Bang Pi'ie diburu. Semua tempat tinggal dan keluarganya selalu diperiksa.
Bang Pi'ie kemudian ditahan tanpa pengadilan. Ketika dibebaskan dari tahanan militer, Bang Pi'ie sakit hingga mengembuskan napas terakhir pada 9 September 1982 pada usia 59 tahun.
Sumber: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
Tugas berat Bang Pi’iie adalah menumpas kejahatan di Jakarta yang kala itu rawan, negara dalam keadaan darurat perang (SOB). Para preman di Jakarta pada masa itu benar-benar tidak berkutik dengan keberadaan organisasi Cobra.
Seperti seorang yang kehilangan atau kecopetan di suatu tempat, dia dapat mengadukan ke tokoh masyarakat setempat. Lebih-lebih terhadap para ulamanya.
Pada masa itu memang hubungan antara ulama dengan para jagoan tidak konfrontatif. Bahkan, banyak jawara Betawi yang mendapat ilmu kanuragan dari para ulama. Kedekatan Bang Pi'ie dengan para ulama dapat dilihat dari hubungannya dengan Majelis Taklim Kwitang.
Karena keberhasilannya mengamankan Kota Jakarta, pada 24 Februari 1966, Bang Pi'ie oleh Bung Karno dilantik sebagai Menteri Pertahanan Nasional dalam Kabinet Dwikora yang disempurnakan.
Namun, setelah kabinet ini dibubarkan Soeharto melalui Supersemar pada 11 Maret 1966, Bang Pi'ie diburu. Semua tempat tinggal dan keluarganya selalu diperiksa.
Bang Pi'ie kemudian ditahan tanpa pengadilan. Ketika dibebaskan dari tahanan militer, Bang Pi'ie sakit hingga mengembuskan napas terakhir pada 9 September 1982 pada usia 59 tahun.
Sumber: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
(shf)
Lihat Juga :