Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa

Kamis, 08 Januari 2026 - 09:18 WIB
loading...
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Jawara sekaligus pejuang kemerdekaan dari Pasar Senen, Imam Syafiie bergabung menjadi prajurit TNI. Dia menolak tawaran Bung Karno jadi Komandan Cakrabirawa. Foto/encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
A A A
KAWASAN Pasar Senen, Jakarta Pusat merupakan salah satu pasar tertua di Jakarta yang menyimpan berbagai cerita bagi masyarakat Ibu Kota. Di Pasar Senen pada zaman dulu ada salah satu jawara yang berkuasa bernama Imam Syafi'ie.

Sosok yang akrab dipanggik Bang Pi'ie ini lahir pada 27 Agustus 1923 di Kampung Bangka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Meski Jakarta Selatan, namun dia besar di kawasan Senen.

Baca juga: Kisah Kesaktian Haji Darip, Jawara Betawi yang Bikin Pasukan Belanda dan Jepang Kocar-kacir

Dia merupakan pejuang kemerdekaan yang kemudian bergabung menjadi prajurit TNI. Kala itu, Bang P'iie usai lulus Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SSKAD) 1958 dengan pangkat Letkol sering mengawal perjalanan Presiden Soekarno.



Oleh Bung Karno, Bang Pi'ie pernah ditawari jabatan Komandan Cakrabirawa, tapi Bang Pi'ie yang memiliki 16 menolak jabatan mentereng tersebut.

Kisah hidup Bang Pi'ie yang saat itu jadi salah satu jawara Pasar Senen mulai terkenal kala mendirikan organisasi bernama Oesaha Pemoeda Indonesia (OPI).

Lewat OPI, Bang Pi'ie mengumpulkan para jawara dari berbagai tempat di Jakarta. Konon saat itu di kawasan Pasar Senen semua jawara atau preman berada di bawah pengaruhnya. Mereka menganggap Bang Pi'ie pemimpinnya.

Baca juga: Sejarah Bandit Legendaris Entong Tolo, Robin Hood dari Bekasi

Saat Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan, Bang Pi'ie mengumpulkan para jawara. Mereka diajak bergabung dalam Pasukan Istimewa (PI) yang langsung di bawah komandonya.

Berbagai pertempuran dilakukan Pasukan Istimewa ini di berbagai tempat di Jakarta yang sedang bergolak melawan tentara Belanda, NICA.

Banyak serdadu Belanda dan kaki tangannya yang mati di tangan Bang Pi'ie dan pasukannya. Seperti dalam pertempuran di wilayah Jakarta Pusat antara lain belakang bioskop Rex, bioskop Rialto--yang kini bernama Gedung Wayang Orang Senen, Kwitang, dan Gang Sentiong.

Setelah penyerahan kedaulatan pada awal 1950 karena banyak anggotanya yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi'ie menghimpun para pejuang kemerdekaan itu dalam organisasi Cobra.

Pada masa itu, Bang Pi'ie yang berpangkat kapten merupakan perwira yang diperbantukan di Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKBDR).

Dalam organisasi Cobra, Bang Pi'ie mendidik anggotanya dengan disiplin. Anggota yang melakukan kejahatan akan ditindak tegas, dengan terlebih dulu menanyakan alasan berbuat kejahatan.

Apabila anggotanya melakukan kejahatan karena tidak memiliki pekerjaan dan modal, maka Bang Pi'ie pun memberikan modal usaha. Untuk itu, Bang Pi'ie tak segan-segan meminta bantuan tauke China. Namun, bila anggota tersebut sudah mendapat bantuan modal kembali melakukan kejahatan, Bang Pi'ie akan memberikan hukuman.

Keberhasilan Cobra membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta, tak lepas dari pendekatan Bang Pi'ie, terutama kedekatannya dengan ulama, yang pada kala itu tokoh yang disegani di Betawi. Adanya foto Bang Pi'ie biasanya merupakan jaminan toko tersebut tidak ada yang berani mengganggu.

Tugas berat Bang Pi’iie adalah menumpas kejahatan di Jakarta yang kala itu rawan, negara dalam keadaan darurat perang (SOB). Para preman di Jakarta pada masa itu benar-benar tidak berkutik dengan keberadaan organisasi Cobra.

Seperti seorang yang kehilangan atau kecopetan di suatu tempat, dia dapat mengadukan ke tokoh masyarakat setempat. Lebih-lebih terhadap para ulamanya.

Pada masa itu memang hubungan antara ulama dengan para jagoan tidak konfrontatif. Bahkan, banyak jawara Betawi yang mendapat ilmu kanuragan dari para ulama. Kedekatan Bang Pi'ie dengan para ulama dapat dilihat dari hubungannya dengan Majelis Taklim Kwitang.

Karena keberhasilannya mengamankan Kota Jakarta, pada 24 Februari 1966, Bang Pi'ie oleh Bung Karno dilantik sebagai Menteri Pertahanan Nasional dalam Kabinet Dwikora yang disempurnakan.

Namun, setelah kabinet ini dibubarkan Soeharto melalui Supersemar pada 11 Maret 1966, Bang Pi'ie diburu. Semua tempat tinggal dan keluarganya selalu diperiksa.

Bang Pi'ie kemudian ditahan tanpa pengadilan. Ketika dibebaskan dari tahanan militer, Bang Pi'ie sakit hingga mengembuskan napas terakhir pada 9 September 1982 pada usia 59 tahun.

Sumber: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Rekomendasi
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved