Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kamis, 08 Januari 2026 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sejarah Bandit Legendaris Entong Tolo, Robin Hood dari Bekasi
Saat Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan, Bang Pi'ie mengumpulkan para jawara. Mereka diajak bergabung dalam Pasukan Istimewa (PI) yang langsung di bawah komandonya.
Berbagai pertempuran dilakukan Pasukan Istimewa ini di berbagai tempat di Jakarta yang sedang bergolak melawan tentara Belanda, NICA.
Banyak serdadu Belanda dan kaki tangannya yang mati di tangan Bang Pi'ie dan pasukannya. Seperti dalam pertempuran di wilayah Jakarta Pusat antara lain belakang bioskop Rex, bioskop Rialto--yang kini bernama Gedung Wayang Orang Senen, Kwitang, dan Gang Sentiong.
Setelah penyerahan kedaulatan pada awal 1950 karena banyak anggotanya yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi'ie menghimpun para pejuang kemerdekaan itu dalam organisasi Cobra.
Pada masa itu, Bang Pi'ie yang berpangkat kapten merupakan perwira yang diperbantukan di Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKBDR).
Dalam organisasi Cobra, Bang Pi'ie mendidik anggotanya dengan disiplin. Anggota yang melakukan kejahatan akan ditindak tegas, dengan terlebih dulu menanyakan alasan berbuat kejahatan.
Apabila anggotanya melakukan kejahatan karena tidak memiliki pekerjaan dan modal, maka Bang Pi'ie pun memberikan modal usaha. Untuk itu, Bang Pi'ie tak segan-segan meminta bantuan tauke China. Namun, bila anggota tersebut sudah mendapat bantuan modal kembali melakukan kejahatan, Bang Pi'ie akan memberikan hukuman.
Saat Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan, Bang Pi'ie mengumpulkan para jawara. Mereka diajak bergabung dalam Pasukan Istimewa (PI) yang langsung di bawah komandonya.
Berbagai pertempuran dilakukan Pasukan Istimewa ini di berbagai tempat di Jakarta yang sedang bergolak melawan tentara Belanda, NICA.
Banyak serdadu Belanda dan kaki tangannya yang mati di tangan Bang Pi'ie dan pasukannya. Seperti dalam pertempuran di wilayah Jakarta Pusat antara lain belakang bioskop Rex, bioskop Rialto--yang kini bernama Gedung Wayang Orang Senen, Kwitang, dan Gang Sentiong.
Setelah penyerahan kedaulatan pada awal 1950 karena banyak anggotanya yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi'ie menghimpun para pejuang kemerdekaan itu dalam organisasi Cobra.
Pada masa itu, Bang Pi'ie yang berpangkat kapten merupakan perwira yang diperbantukan di Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKBDR).
Dalam organisasi Cobra, Bang Pi'ie mendidik anggotanya dengan disiplin. Anggota yang melakukan kejahatan akan ditindak tegas, dengan terlebih dulu menanyakan alasan berbuat kejahatan.
Apabila anggotanya melakukan kejahatan karena tidak memiliki pekerjaan dan modal, maka Bang Pi'ie pun memberikan modal usaha. Untuk itu, Bang Pi'ie tak segan-segan meminta bantuan tauke China. Namun, bila anggota tersebut sudah mendapat bantuan modal kembali melakukan kejahatan, Bang Pi'ie akan memberikan hukuman.
Lihat Juga :