Ketua LP Ma’arif Sebut Gus Salam, Dzurriyah Pendiri NU Tepat Memimpin PBNU
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan Desember 2025, Ini Namanya
Di tanah Papua, ungkap dia, dakwah NU sejalan dengan kompleksitas perjuangan menegakkan NKRI dan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah, di garis depan. Tantangan geografis, ekonomi, infrastruktur, multikultur dan konflik lokal memerlukan usaha luar biasa dari para pegiat untuk menjaga eksistensi dan misi jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, saya menjadi bagian dari usaha itu, setelah pensiun dari kesatuan TNI AD.
"Gus Dur adalah inspirator bagi dakwah NU di tanah Papua. Nilai kepercayaan, persatuan, toleransi, keteguhan dan sikap terbuka menjadi modal utama khidmah NU untuk bisa diterima di tengah-tengah masyarakat Papua. Namun, nilai-nilai itu dirusak oleh pimpinan PBNU dengan mendestruksi kepengurusan NU Papua dan ditunjukkan sendiri melalui geger antar petinggi PBNU yang hingga kini tidak kunjung usai," kata Wakil Ketua PCNU Kota Jayapura, masa khidmat 2025-2030 itu.
Rasyid T Mayang menilai para pemimpin di PBNU saat ini, telah kehilangan charisma, kualitas pribadi sebagai pemimpin organisasi keagamaan. Dipermukaan konflik mereka saling menyakiti secara verbal. Tiada lagi teladan baik dari manuver-manuver mereka untuk saling menggalang pembenaran dalam berkonflik. Mereka tidak mau meneladani kebaikan dari pendahulu dan pendiri NU.
"Kenapa Gus Salam. Saya mengenal dan memahami kepribadiannya saat bertemu langsung di Surabaya, selebihnya berkomunikasi melalui platform media sosial. Dari kualitas pribadi Gus Salam, saya berkesimpulan bahwa “orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Tapi mereka dibentuk oleh kesulitan, tantangan dan pengorbanan," tuturnya.
KH Abdussalam Shohib, merupakan kiai muda yang didalam dirinya mengalir darah pejuang dan pendiri NU. Keilmuannya diatas rata-rata sebaya, tertempa oleh lingkungan pesantren, komunitas nahdliyyin dan bergumul dengan para praktisi berbagai disiplin ilmu. "Pribadinya matang karena bergaul dengan semua lapisan sosial, dari kalangan bawah hingga para tokoh-tokoh nasional," kata dia
Meski Gus Salam tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Tapi, kemampuan menyerap dan mengelaborasi kompleksitas masalah di masyarakat, komunitas NU dan persoalan kebangsaan, menjadikannya sebagai figur unik dan kharismatik.
"Saya tidak merasa aneh dengan kemampuannya, karena antara Gus Salam dan Gus Dur adalah sepupu adik-kakak dari gen keturunan Mbah Bishri Syansuri, pejuang heroik 45 dan pendiri NU," katanya lagi.
Di tanah Papua, ungkap dia, dakwah NU sejalan dengan kompleksitas perjuangan menegakkan NKRI dan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah, di garis depan. Tantangan geografis, ekonomi, infrastruktur, multikultur dan konflik lokal memerlukan usaha luar biasa dari para pegiat untuk menjaga eksistensi dan misi jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, saya menjadi bagian dari usaha itu, setelah pensiun dari kesatuan TNI AD.
"Gus Dur adalah inspirator bagi dakwah NU di tanah Papua. Nilai kepercayaan, persatuan, toleransi, keteguhan dan sikap terbuka menjadi modal utama khidmah NU untuk bisa diterima di tengah-tengah masyarakat Papua. Namun, nilai-nilai itu dirusak oleh pimpinan PBNU dengan mendestruksi kepengurusan NU Papua dan ditunjukkan sendiri melalui geger antar petinggi PBNU yang hingga kini tidak kunjung usai," kata Wakil Ketua PCNU Kota Jayapura, masa khidmat 2025-2030 itu.
Rasyid T Mayang menilai para pemimpin di PBNU saat ini, telah kehilangan charisma, kualitas pribadi sebagai pemimpin organisasi keagamaan. Dipermukaan konflik mereka saling menyakiti secara verbal. Tiada lagi teladan baik dari manuver-manuver mereka untuk saling menggalang pembenaran dalam berkonflik. Mereka tidak mau meneladani kebaikan dari pendahulu dan pendiri NU.
"Kenapa Gus Salam. Saya mengenal dan memahami kepribadiannya saat bertemu langsung di Surabaya, selebihnya berkomunikasi melalui platform media sosial. Dari kualitas pribadi Gus Salam, saya berkesimpulan bahwa “orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Tapi mereka dibentuk oleh kesulitan, tantangan dan pengorbanan," tuturnya.
KH Abdussalam Shohib, merupakan kiai muda yang didalam dirinya mengalir darah pejuang dan pendiri NU. Keilmuannya diatas rata-rata sebaya, tertempa oleh lingkungan pesantren, komunitas nahdliyyin dan bergumul dengan para praktisi berbagai disiplin ilmu. "Pribadinya matang karena bergaul dengan semua lapisan sosial, dari kalangan bawah hingga para tokoh-tokoh nasional," kata dia
Meski Gus Salam tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Tapi, kemampuan menyerap dan mengelaborasi kompleksitas masalah di masyarakat, komunitas NU dan persoalan kebangsaan, menjadikannya sebagai figur unik dan kharismatik.
"Saya tidak merasa aneh dengan kemampuannya, karena antara Gus Salam dan Gus Dur adalah sepupu adik-kakak dari gen keturunan Mbah Bishri Syansuri, pejuang heroik 45 dan pendiri NU," katanya lagi.
Lihat Juga :