Stabil dan Terjaga, Inflasi Jakarta Tahun 2025 di Bawah Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok Transportasi turut mencatat inflasi sebesar 0,65 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,29 persen (mtm). Kenaikan tersebut dipengaruhi penyesuaian BBM nonsubsidi per 1 Desember 2025, serta meningkatnya penggunaan angkutan antarkota selama periode HBKN Nataru.
Sementara itu, emas perhiasan masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Jakarta dengan angka sebesar 1,59 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,73 persen (mtm).
“Pergerakan harga emas perhiasan ini sejalan dengan perkembangan harga global yang bertahan pada level tinggi, meskipun dengan laju kenaikan yang lebih moderat. Kondisi ini mendorong kelompok Perawataan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi sebesar 0,49 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,17 persen (mtm),” ungkapnya.
Terkendalinya inflasi Jakarta tidak terlepas dari sinergi kuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jakarta, khususnya menjelang periode HBKN Nataru.
Pada awal Desember 2025, telah diselenggarakan High Level Meeting (HLM) TPID yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta untuk persiapan menjelang Nataru. Melalui forum tersebut, TPID berkomitmen memperkuat pengamanan pasokan, percepatan distribusi, pemantauan harga, serta intensifikasi sidak pasar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan penyelenggaraan berbagai program strategis, antara lain Program Pangan Bersubsidi dan berbagai Program Pangan Murah.
Sementara itu, emas perhiasan masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Jakarta dengan angka sebesar 1,59 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,73 persen (mtm).
“Pergerakan harga emas perhiasan ini sejalan dengan perkembangan harga global yang bertahan pada level tinggi, meskipun dengan laju kenaikan yang lebih moderat. Kondisi ini mendorong kelompok Perawataan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi sebesar 0,49 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,17 persen (mtm),” ungkapnya.
Terkendalinya inflasi Jakarta tidak terlepas dari sinergi kuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jakarta, khususnya menjelang periode HBKN Nataru.
Pada awal Desember 2025, telah diselenggarakan High Level Meeting (HLM) TPID yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta untuk persiapan menjelang Nataru. Melalui forum tersebut, TPID berkomitmen memperkuat pengamanan pasokan, percepatan distribusi, pemantauan harga, serta intensifikasi sidak pasar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan penyelenggaraan berbagai program strategis, antara lain Program Pangan Bersubsidi dan berbagai Program Pangan Murah.
Lihat Juga :