Pendiri INDEF: Program MBG Berikan Dampak Positif bagi Siswa dan Ekonomi Nasional
Rabu, 31 Desember 2025 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 25 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya
Perubahan juga terasa nyata di tingkat akar rumput. Di SMAN 1 Taraju, Cibuntu, Tasikmalaya, MBG mengubah pola hidup siswa jadi lebih sehat.
Alfi Alfian, siswa kelas XI, menceritakan bagaimana MBG mengubah kebiasaan makannya. "Sebelum ada MBG, paling cuma jajan cireng. Sekarang setelah MBG saya tidak perlu bawa bekal dari rumah. Kata mama juga MBG di SMA, sangat terbantu," ungkap Alfian dengan ceria.
Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Taraju Nurhayati. Dia mencatat adanya perubahan perilaku ekonomi dan kedisiplinan siswa sejak kehadiran program ini. Kebiasaan jajan di saat istirahat berkurang dan pengeluaran Rp12.000 - Rp15.000 per hari para siswanya kini turun.
“Kehadiran siswa juga ada perubahan karena mereka merasa terbantu. Minimal asupan gizi akan berdampak terhadap kesehatan. Dengan gizi yang sehat ada semangat mereka untuk sekolah. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, dengan adanya perbaikan gizi bisa dilihat efek jangka panjangnya," jelasnya.
Selain itu, jauh dari anggapan melemahkan pendidikan, MBG justru menjadi tulang punggung baru di sekolah. Program ini memberikan insentif tambahan bagi guru-guru honorer yang membantu kelancaran penyaluran makanan, sehingga meningkatkan pendapatan mereka di luar gaji rutin.
Perubahan juga terasa nyata di tingkat akar rumput. Di SMAN 1 Taraju, Cibuntu, Tasikmalaya, MBG mengubah pola hidup siswa jadi lebih sehat.
Alfi Alfian, siswa kelas XI, menceritakan bagaimana MBG mengubah kebiasaan makannya. "Sebelum ada MBG, paling cuma jajan cireng. Sekarang setelah MBG saya tidak perlu bawa bekal dari rumah. Kata mama juga MBG di SMA, sangat terbantu," ungkap Alfian dengan ceria.
Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Taraju Nurhayati. Dia mencatat adanya perubahan perilaku ekonomi dan kedisiplinan siswa sejak kehadiran program ini. Kebiasaan jajan di saat istirahat berkurang dan pengeluaran Rp12.000 - Rp15.000 per hari para siswanya kini turun.
“Kehadiran siswa juga ada perubahan karena mereka merasa terbantu. Minimal asupan gizi akan berdampak terhadap kesehatan. Dengan gizi yang sehat ada semangat mereka untuk sekolah. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, dengan adanya perbaikan gizi bisa dilihat efek jangka panjangnya," jelasnya.
Selain itu, jauh dari anggapan melemahkan pendidikan, MBG justru menjadi tulang punggung baru di sekolah. Program ini memberikan insentif tambahan bagi guru-guru honorer yang membantu kelancaran penyaluran makanan, sehingga meningkatkan pendapatan mereka di luar gaji rutin.
Lihat Juga :