Kisah Pilu Prajurit TNI, Istri Meninggal Tertimpa Longsor di Aceh Tamiang
Rabu, 24 Desember 2025 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Usai salat dan santap malam, Hamzah tak enak kepada rekannya. Meski dia baru saja turun piket, karena banyak tragedi longsor, dia tetap meminta kepada atasannya untuk ikut berjaga. Hamzah lantas pamit ke istri dan kedua anaknya untuk tetap bertugas malam itu.
Baca juga: 31 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Pertengahan Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Almarhumah Lelawani (39), istrinya, sempat protes, “Abang kan baru turun piket. Jadi, tidak balik lagi nanti,” kata Hamzah menirukan ucapan istrinya, ditemui di markas Kodim Aceh Tamiang, Kualasimpang, Rabu (24/12/2025).
Pukul 20.10 WIB, Hamzah pun meninggalkan Lelawani dan kedua anaknya, Fersie Bintang Aura Lubis (16) dan Amanda Aqila Lubis (11), untuk kembali bertugas. Sekitar pukul 21:30 WIB, Hamzah mendengar ada bunyi longsor di belakang markas. Dia langsung teringat istri dan kedua anaknya sedang di dalam rumah.
Hamzah dan sejumlah prajurit yang malam itu sedang berjaga, langsung berlari ke belakang. Jarak dari pos penjagaan ke rumah dinas Hamzah sekitar 100 meter. Begitu tiba, Hamzah mendapati rumahnya sudah hancur tertimpa beton yang jatuh akibat tanah longsor.
"Posisi istri pada saat itu kelihatan, tapi dia kejepit. Nggak bisa ditolong. Saya hanya bisa membacakan doa di telinganya,” kata Hamzah, yang tak bisa berbuat apa-apa karena tak ada alat berat untuk bisa mengangkat beton yang mengimpit istrinya.
Baca juga: 31 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Pertengahan Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Almarhumah Lelawani (39), istrinya, sempat protes, “Abang kan baru turun piket. Jadi, tidak balik lagi nanti,” kata Hamzah menirukan ucapan istrinya, ditemui di markas Kodim Aceh Tamiang, Kualasimpang, Rabu (24/12/2025).
Pukul 20.10 WIB, Hamzah pun meninggalkan Lelawani dan kedua anaknya, Fersie Bintang Aura Lubis (16) dan Amanda Aqila Lubis (11), untuk kembali bertugas. Sekitar pukul 21:30 WIB, Hamzah mendengar ada bunyi longsor di belakang markas. Dia langsung teringat istri dan kedua anaknya sedang di dalam rumah.
Hamzah dan sejumlah prajurit yang malam itu sedang berjaga, langsung berlari ke belakang. Jarak dari pos penjagaan ke rumah dinas Hamzah sekitar 100 meter. Begitu tiba, Hamzah mendapati rumahnya sudah hancur tertimpa beton yang jatuh akibat tanah longsor.
"Posisi istri pada saat itu kelihatan, tapi dia kejepit. Nggak bisa ditolong. Saya hanya bisa membacakan doa di telinganya,” kata Hamzah, yang tak bisa berbuat apa-apa karena tak ada alat berat untuk bisa mengangkat beton yang mengimpit istrinya.
Lihat Juga :