Normalisasi Sungai dan Hunian Tetap Jadi Fokus BNPB dalam Pemulihan Sibolga
Jum'at, 19 Desember 2025 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
“Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan jalan dari lumpur, normalisasi aliran Sungai Aek Doras, pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, pendataan dan verifikasi penerima bantuan, pembukaan dapur umum di Kecamatan Sibolga Utara dan Sibolga Selatan, serta pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat terdampak,” imbuhnya.
Dia menambahkan, kerusakan infrastruktur akibat bencana meliputi 11 rumah ibadah, 8 gedung sekolah, 2 unit jembatan, 11 ruas jalan, 5 gedung milik pemerintah daerah, serta 9 titik lampu penerangan jalan umum. Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain pompa air, ketersediaan gas LPG 3 kg dan 12 kg, serta pakaian dan perlengkapan sekolah bagi siswa SD, SMP, dan SMA.
“Pada hari ini, tim gabungan BNPB dan pemerintah daerah melakukan pemantauan penyaluran bantuan logistik dan air bersih ke 19 titik lokasi, memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, melakukan pembersihan dan peninjauan aliran sungai, serta mendampingi pelaksanaan kegiatan dukungan psikososial (trauma healing) bagi anak-anak,” jelasnya.
Dia mengatakan, koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus dilakukan, termasuk peninjauan rencana lokasi hunian tetap (HUNTAP) seluas 3 hektare yang direncanakan akan dibangun sebanyak 200 unit rumah, serta penyiapan lokasi tambahan untuk kebutuhan selanjutnya.
“Perkembangan penanganan menunjukkan bahwa aliran listrik PLN sudah dapat diakses oleh masyarakat meskipun masih terbatas di beberapa lokasi, layanan air PDAM mulai mengalir namun masih terbatas dan belum sepenuhnya jernih, serta jaringan telepon seluler dan internet sudah dapat digunakan meskipun masih mengalami gangguan,” ujar dia.
Dia menjelaskan, ketersediaan beras dinyatakan aman dengan dukungan cadangan pemerintah dan stok Bulog. Bantuan logistik terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk BNPB, perbankan, dan BUMN, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
BNPB mencatat sejumlah kendala yang masih dihadapi di lapangan, antara lain akses jalan Sibolga–Tarutung di KM 6,5 yang belum dapat dilalui akibat longsor, keterbatasan alat berat untuk percepatan normalisasi dan pembersihan, distribusi air bersih yang belum merata, gangguan jaringan internet, serta kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan dan tertutup sedimen.
“BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengatasi hambatan tersebut guna mempercepat pemulihan dan menjamin keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Dia menambahkan, kerusakan infrastruktur akibat bencana meliputi 11 rumah ibadah, 8 gedung sekolah, 2 unit jembatan, 11 ruas jalan, 5 gedung milik pemerintah daerah, serta 9 titik lampu penerangan jalan umum. Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain pompa air, ketersediaan gas LPG 3 kg dan 12 kg, serta pakaian dan perlengkapan sekolah bagi siswa SD, SMP, dan SMA.
“Pada hari ini, tim gabungan BNPB dan pemerintah daerah melakukan pemantauan penyaluran bantuan logistik dan air bersih ke 19 titik lokasi, memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, melakukan pembersihan dan peninjauan aliran sungai, serta mendampingi pelaksanaan kegiatan dukungan psikososial (trauma healing) bagi anak-anak,” jelasnya.
Dia mengatakan, koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus dilakukan, termasuk peninjauan rencana lokasi hunian tetap (HUNTAP) seluas 3 hektare yang direncanakan akan dibangun sebanyak 200 unit rumah, serta penyiapan lokasi tambahan untuk kebutuhan selanjutnya.
“Perkembangan penanganan menunjukkan bahwa aliran listrik PLN sudah dapat diakses oleh masyarakat meskipun masih terbatas di beberapa lokasi, layanan air PDAM mulai mengalir namun masih terbatas dan belum sepenuhnya jernih, serta jaringan telepon seluler dan internet sudah dapat digunakan meskipun masih mengalami gangguan,” ujar dia.
Dia menjelaskan, ketersediaan beras dinyatakan aman dengan dukungan cadangan pemerintah dan stok Bulog. Bantuan logistik terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk BNPB, perbankan, dan BUMN, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
BNPB mencatat sejumlah kendala yang masih dihadapi di lapangan, antara lain akses jalan Sibolga–Tarutung di KM 6,5 yang belum dapat dilalui akibat longsor, keterbatasan alat berat untuk percepatan normalisasi dan pembersihan, distribusi air bersih yang belum merata, gangguan jaringan internet, serta kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan dan tertutup sedimen.
“BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengatasi hambatan tersebut guna mempercepat pemulihan dan menjamin keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Lihat Juga :