Sebut Ada 3 Proyek Besar, Rachmat Gobel Optimistis Gorontalo Bakal Maju
Selasa, 16 Desember 2025 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Komoditas Kayu Olahan Berkontribusi Besar Tingkatkan Ekonomi Warga Gorontalo
“Bendungan dan waduk ini akan mengurangi banjir secara signifikan, irigasi bagi hampir 5 ribu haktare sawah, menghasilkan listrik dari tenaga air dan tenaga surya, dan tumbuhnya industri pariwisata,” katanya.
Kedua, pembangunan pelabuhan internasional Anggrek dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangan di Kabupaten Gorontalo Utara. Hal ini akan melahirkan industri pengoalahan pangan dan membuka pintu ekspor ke negara-negara Asia Timur.
Ketiga, pembangunan industri pengolahan tambang emas di Kabupaten Pohuwato. “Semuanya akan menyerap tenaga kerja yang besar, menggerakkan UMKM, dan memberikan efek berantai serta hadirnya investasi ekonomi,” katanya.
Untuk itu, Gobel meminta kepada para kepala daerah dan aparat birokrasi mengembangkan sikap mental dan pola kerja biropreneurship. Gobel menggabungkan dua kata, yaitu birokrasi dan entrepreneurship. Dengan demikian biropreneurship merupakan sikap mental dan pola kerja birokrasi menjadi seperti sikap mental dan pola kerja kewirausahaan.
“Yaitu dari setiap pengeluaran anggaran harus mempertimbangkan output dan outcome. Sehingga anggaran bukan sekadar untuk dihabiskan, tapi lihat apa manfaatnya,” katanya.
Senada, Sunarsip mengatakan, setelah 25 tahun Provinsi Gorontalo hadir, ternyata struktur ekonomi Gorontalo tak banyak mengalami perubahan. Pertama, Gorontalo belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
Kedua, ekonomi Gorontalo hanya mengandalkan konsumsi domestik, yaitu konsumsi rumah tangga dan mengandalkan APBD. Karena itu, Sunarsip meminta agar pemda di Gorontalo untuk mendorong investasi swasta dan mempercepat industrialisasi yang berbasis pada pertanian, perikanan, dan perkebunan.” Gorontalo harus lepas dari ekonomi ekstraktif menuju ke ekonomi industry,” ucapnya.
“Bendungan dan waduk ini akan mengurangi banjir secara signifikan, irigasi bagi hampir 5 ribu haktare sawah, menghasilkan listrik dari tenaga air dan tenaga surya, dan tumbuhnya industri pariwisata,” katanya.
Kedua, pembangunan pelabuhan internasional Anggrek dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangan di Kabupaten Gorontalo Utara. Hal ini akan melahirkan industri pengoalahan pangan dan membuka pintu ekspor ke negara-negara Asia Timur.
Ketiga, pembangunan industri pengolahan tambang emas di Kabupaten Pohuwato. “Semuanya akan menyerap tenaga kerja yang besar, menggerakkan UMKM, dan memberikan efek berantai serta hadirnya investasi ekonomi,” katanya.
Untuk itu, Gobel meminta kepada para kepala daerah dan aparat birokrasi mengembangkan sikap mental dan pola kerja biropreneurship. Gobel menggabungkan dua kata, yaitu birokrasi dan entrepreneurship. Dengan demikian biropreneurship merupakan sikap mental dan pola kerja birokrasi menjadi seperti sikap mental dan pola kerja kewirausahaan.
“Yaitu dari setiap pengeluaran anggaran harus mempertimbangkan output dan outcome. Sehingga anggaran bukan sekadar untuk dihabiskan, tapi lihat apa manfaatnya,” katanya.
Senada, Sunarsip mengatakan, setelah 25 tahun Provinsi Gorontalo hadir, ternyata struktur ekonomi Gorontalo tak banyak mengalami perubahan. Pertama, Gorontalo belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
Kedua, ekonomi Gorontalo hanya mengandalkan konsumsi domestik, yaitu konsumsi rumah tangga dan mengandalkan APBD. Karena itu, Sunarsip meminta agar pemda di Gorontalo untuk mendorong investasi swasta dan mempercepat industrialisasi yang berbasis pada pertanian, perikanan, dan perkebunan.” Gorontalo harus lepas dari ekonomi ekstraktif menuju ke ekonomi industry,” ucapnya.
Lihat Juga :