Posko BPOM Peduli Banjir Aceh, Taruna Ikrar: Hadirkan Layanan Konseling
Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
BPOM menghadirkan konsep posko yang ramah komunitas dan humanis,menyediakan layanan konseling trauma, ruang istirahat, hingga “warkop transit”—ruang hangat yang menyajikan kopi Aceh, makanan ringan, serta tempat relawan melepas penat, bermain gaplek, menunaikan salat, atau sekadar berbincang untuk memperkuat mental sebelum kembali ke lapangan.
Dalam sambutannya, Taruna menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam respons bencana. “Kita belajar dari Aceh bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat seluruh pihak saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” ujarnya.
Layanan konseling dilaksanakan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga pendamping profesional untuk mendampingi warga—khususnya anak-anak dan lansia—yang mengalami trauma. Sementara itu, warkop transit menjadi ruang koordinasi informal yang mempererat solidaritas dan menumbuhkan kembali semangat relawan. Baca juga: BPOM Sita Ribuan Obat Kuat Pria Berbahaya, Pelaku Telah Beroperasi 4 Tahun
Pada penghujung kunjungan, Taruna melakukan penanaman pohon, sebagai simbol kasih sayang kemanusiaan. Tindakan tersebut menggambarkan bahwa harapan selalu dapat ditanam kembali, bahkan di tengah bencana. Tanam pohon menjadi pesan bahwa kepedulian tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga upaya memulihkan kehidupan, lingkungan, dan batin masyarakat secara berkelanjutan.
Taruna juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, relawan, dan pelaku usaha yang bergerak cepat membantu Aceh. “Saat kita bersatu, musibah sebesar apa pun akan terasa lebih ringan. Aceh selalu kuat, dan kita berdiri bersama masyarakat untuk bangkit kembali,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Taruna menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam respons bencana. “Kita belajar dari Aceh bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat seluruh pihak saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” ujarnya.
Layanan konseling dilaksanakan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga pendamping profesional untuk mendampingi warga—khususnya anak-anak dan lansia—yang mengalami trauma. Sementara itu, warkop transit menjadi ruang koordinasi informal yang mempererat solidaritas dan menumbuhkan kembali semangat relawan. Baca juga: BPOM Sita Ribuan Obat Kuat Pria Berbahaya, Pelaku Telah Beroperasi 4 Tahun
Pada penghujung kunjungan, Taruna melakukan penanaman pohon, sebagai simbol kasih sayang kemanusiaan. Tindakan tersebut menggambarkan bahwa harapan selalu dapat ditanam kembali, bahkan di tengah bencana. Tanam pohon menjadi pesan bahwa kepedulian tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga upaya memulihkan kehidupan, lingkungan, dan batin masyarakat secara berkelanjutan.
Taruna juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, relawan, dan pelaku usaha yang bergerak cepat membantu Aceh. “Saat kita bersatu, musibah sebesar apa pun akan terasa lebih ringan. Aceh selalu kuat, dan kita berdiri bersama masyarakat untuk bangkit kembali,” tegasnya.
(poe)
Lihat Juga :