Posko BPOM Peduli Banjir Aceh, Taruna Ikrar: Hadirkan Layanan Konseling
Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:17 WIB
loading...
Kepala BPOM Prof dr Taruna Ikrar berbincangn dengan korban bencana alam di Aceh. Usai menjalankan misi di Aceh, Taruna dijadwalkan melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Medan dan Padang. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANDA ACEH - Bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menorehkan dulu mendalam. Kepala BPOM Prof dr Taruna Ikrar merasa terpanggil untuk turun tangan, membawa bantuan baik secara pribadi maupun melalui gerakan kepedulian keluarga besar BPOM di seluruh Indonesia. Usai menjalankan misi di Aceh, Taruna dijadwalkan melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Medan dan Padang.
Di Aceh, Taruna Ikrar didampingi Staf Khusus Kepala BPOM dr Wachyudi Muchsin serta Kepala Balai Besar POM Aceh Riyanto. Mereka turun langsung membawa logistik sekaligus meresmikan Posko BPOM Peduli Banjir Aceh , sebuah ruang pemulihan bersama bagi warga terdampak maupun relawan yang bekerja tanpa lelah menembus wilayah-wilayah terisolasi. Baca juga: PLN Berhasil Alirkan Listrik ke Posko Pengungsian dan RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang
Dalam kesempatan itu, Prof. Taruna menyampaikan bahwa kedatangannya ke Aceh bukan sekadar menjalankan tugas formal sebagai kepala BPOM, tetapi sebagai sahabat dan saudara. “Saya datang ke Aceh bukan hanya sebagai Kepala BPOM, tetapi sebagai sahabat dan saudara yang ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita di Aceh. Di masa sulit seperti ini, kita harus menguatkan satu sama lain,” ungkap Taruna dengan nada penuh empati.
Suasana haru semakin terasa saat sejumlah warga mendatangi posko. Salah satunya, Ibu Akbar dari Kabupaten Bireuen, yang hampir sepekan tidak dapat menghubungi keluarganya akibat terputusnya jaringan komunikasi. Ceritanya membuat suasana hening.
Taruna tampak menenangkan sambil memastikan bahwa BPOM bersama pihak terkait akan membantu semaksimal mungkin. Momen tersebut menegaskan kehadiran BPOM yang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kehangatan kemanusiaan.
BPOM menghadirkan konsep posko yang ramah komunitas dan humanis,menyediakan layanan konseling trauma, ruang istirahat, hingga “warkop transit”—ruang hangat yang menyajikan kopi Aceh, makanan ringan, serta tempat relawan melepas penat, bermain gaplek, menunaikan salat, atau sekadar berbincang untuk memperkuat mental sebelum kembali ke lapangan.
Dalam sambutannya, Taruna menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam respons bencana. “Kita belajar dari Aceh bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat seluruh pihak saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” ujarnya.
Layanan konseling dilaksanakan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga pendamping profesional untuk mendampingi warga—khususnya anak-anak dan lansia—yang mengalami trauma. Sementara itu, warkop transit menjadi ruang koordinasi informal yang mempererat solidaritas dan menumbuhkan kembali semangat relawan. Baca juga: BPOM Sita Ribuan Obat Kuat Pria Berbahaya, Pelaku Telah Beroperasi 4 Tahun
Pada penghujung kunjungan, Taruna melakukan penanaman pohon, sebagai simbol kasih sayang kemanusiaan. Tindakan tersebut menggambarkan bahwa harapan selalu dapat ditanam kembali, bahkan di tengah bencana. Tanam pohon menjadi pesan bahwa kepedulian tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga upaya memulihkan kehidupan, lingkungan, dan batin masyarakat secara berkelanjutan.
Taruna juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, relawan, dan pelaku usaha yang bergerak cepat membantu Aceh. “Saat kita bersatu, musibah sebesar apa pun akan terasa lebih ringan. Aceh selalu kuat, dan kita berdiri bersama masyarakat untuk bangkit kembali,” tegasnya.
Di Aceh, Taruna Ikrar didampingi Staf Khusus Kepala BPOM dr Wachyudi Muchsin serta Kepala Balai Besar POM Aceh Riyanto. Mereka turun langsung membawa logistik sekaligus meresmikan Posko BPOM Peduli Banjir Aceh , sebuah ruang pemulihan bersama bagi warga terdampak maupun relawan yang bekerja tanpa lelah menembus wilayah-wilayah terisolasi. Baca juga: PLN Berhasil Alirkan Listrik ke Posko Pengungsian dan RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang
Dalam kesempatan itu, Prof. Taruna menyampaikan bahwa kedatangannya ke Aceh bukan sekadar menjalankan tugas formal sebagai kepala BPOM, tetapi sebagai sahabat dan saudara. “Saya datang ke Aceh bukan hanya sebagai Kepala BPOM, tetapi sebagai sahabat dan saudara yang ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita di Aceh. Di masa sulit seperti ini, kita harus menguatkan satu sama lain,” ungkap Taruna dengan nada penuh empati.
Suasana haru semakin terasa saat sejumlah warga mendatangi posko. Salah satunya, Ibu Akbar dari Kabupaten Bireuen, yang hampir sepekan tidak dapat menghubungi keluarganya akibat terputusnya jaringan komunikasi. Ceritanya membuat suasana hening.
Taruna tampak menenangkan sambil memastikan bahwa BPOM bersama pihak terkait akan membantu semaksimal mungkin. Momen tersebut menegaskan kehadiran BPOM yang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kehangatan kemanusiaan.
BPOM menghadirkan konsep posko yang ramah komunitas dan humanis,menyediakan layanan konseling trauma, ruang istirahat, hingga “warkop transit”—ruang hangat yang menyajikan kopi Aceh, makanan ringan, serta tempat relawan melepas penat, bermain gaplek, menunaikan salat, atau sekadar berbincang untuk memperkuat mental sebelum kembali ke lapangan.
Dalam sambutannya, Taruna menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam respons bencana. “Kita belajar dari Aceh bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat seluruh pihak saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” ujarnya.
Layanan konseling dilaksanakan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga pendamping profesional untuk mendampingi warga—khususnya anak-anak dan lansia—yang mengalami trauma. Sementara itu, warkop transit menjadi ruang koordinasi informal yang mempererat solidaritas dan menumbuhkan kembali semangat relawan. Baca juga: BPOM Sita Ribuan Obat Kuat Pria Berbahaya, Pelaku Telah Beroperasi 4 Tahun
Pada penghujung kunjungan, Taruna melakukan penanaman pohon, sebagai simbol kasih sayang kemanusiaan. Tindakan tersebut menggambarkan bahwa harapan selalu dapat ditanam kembali, bahkan di tengah bencana. Tanam pohon menjadi pesan bahwa kepedulian tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga upaya memulihkan kehidupan, lingkungan, dan batin masyarakat secara berkelanjutan.
Taruna juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, relawan, dan pelaku usaha yang bergerak cepat membantu Aceh. “Saat kita bersatu, musibah sebesar apa pun akan terasa lebih ringan. Aceh selalu kuat, dan kita berdiri bersama masyarakat untuk bangkit kembali,” tegasnya.
(poe)
Lihat Juga :