IKA PPM Bantu Individu Berkebutuhan Khusus Atasi Hambatan dan Tingkatkan Daya Saing
Minggu, 30 November 2025 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan ini diadakan IKA PPM sebagai upaya pendampingan. "Sekaligus sebagai bentuk kepedulian IKA PPM kepada Insan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Agar para IBK dapat mengatasi hambatan, meningkatkan daya saing, dan meningkatkan kinerja bisnis serta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan," katanya.
Board of Advisor School of Sustainabily & Policy Rumah Perubahan Prof Bambang Susantono menyoroti perlunya ruang ekonomi kreatif yang dapat memberi kesempatan bagi para IBK. Bambang mengungkapkan, IBK diharapkan bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan juga sebagai pelaku usaha/tenaga kerja terlatih yang berdaya dan mandiri dengan added value yang unik berupa loyalitas dan fokus bekerja."
Founder Rumah Perubahan yang juga pakar ekonomi Prof Rhenald Kasali mengatakan perlunya meningkatkan kesadaran inklusi, mendorong masyarakat, keluarga, dan dunia usaha untuk memahami pentingnya menciptakan ruang hidup dan kerja serta usaha yang ramah untuk IBK. Menurutnya, agar IBK memiliki daya saing, kunci suksesnya adalah adaptif, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi dengan para pihak secara terus-menerus.
"Kami hanya menyediakan wadah inspirasi dan dialog, memberikan ruang untuk para IBK, keluarga, pelaku usaha, dan akademisi agar berbagi pengalaman, cerita inspiratif, serta gagasan solusi. Dan kami juga fokus mendorong aksi nyata dunia usaha. Kami mengajak perusahaan tidak berhenti pada program charity, tetapi juga mengintegrasikan inklusi dalam model bisnis berkelanjutan," kata Rhenald yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini.
Board of Advisor School of Sustainabily & Policy Rumah Perubahan Prof Bambang Susantono menyoroti perlunya ruang ekonomi kreatif yang dapat memberi kesempatan bagi para IBK. Bambang mengungkapkan, IBK diharapkan bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan juga sebagai pelaku usaha/tenaga kerja terlatih yang berdaya dan mandiri dengan added value yang unik berupa loyalitas dan fokus bekerja."
Founder Rumah Perubahan yang juga pakar ekonomi Prof Rhenald Kasali mengatakan perlunya meningkatkan kesadaran inklusi, mendorong masyarakat, keluarga, dan dunia usaha untuk memahami pentingnya menciptakan ruang hidup dan kerja serta usaha yang ramah untuk IBK. Menurutnya, agar IBK memiliki daya saing, kunci suksesnya adalah adaptif, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi dengan para pihak secara terus-menerus.
"Kami hanya menyediakan wadah inspirasi dan dialog, memberikan ruang untuk para IBK, keluarga, pelaku usaha, dan akademisi agar berbagi pengalaman, cerita inspiratif, serta gagasan solusi. Dan kami juga fokus mendorong aksi nyata dunia usaha. Kami mengajak perusahaan tidak berhenti pada program charity, tetapi juga mengintegrasikan inklusi dalam model bisnis berkelanjutan," kata Rhenald yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini.
(zik)
Lihat Juga :