IKA PPM Bantu Individu Berkebutuhan Khusus Atasi Hambatan dan Tingkatkan Daya Saing

Minggu, 30 November 2025 - 20:59 WIB
loading...
IKA PPM Bantu Individu...
Acara Kapan Go Human berkonsep series dan berkelanjutan. Puncak acara ini adalah BOD Meeting alias Board of Discussion Bareng Rhenald Kasali & Sunday Market UMKM Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Setiap Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) memiliki potensi luar biasa. Karena itu, Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM) melakukan pendampingan dan membantu agar para IBK dapat mengatasi hambatan dan meningkatkan daya saing.

IKA PPM menggelar Acara "Kapan Go Human" berkonsep series dan berkelanjutan. Puncak acara adalah "BOD Meeting" alias "Board of DiscussionBareng Rhenald Kasali & Sunday Market UMKM Individu Berkebutuhan Khusus (IBK)".

Ketua Umum IKA PPM David Chandrawan menyatakan, IBK dari beberapa perusahaan seperti PT Angkasa Pura Indonesia, McDonald’s Indonesia, dan IBK pelaku usaha UMKM hadir di Rumah Perubahan, Jakarta Escape, Minggu (30/11/2025) ini. Mereka berkumpul untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempelajari berbagai cara bertahan hidup dan kerja yang dapat diterapkan dari praktisi dan akademisi ternama.

Kata David, setiap IBK memiliki potensi luar biasa. "Mereka adalah para pejuang sejati yang dengan ketangguhan, kesabaran, dan semangatnya mengajarkan kita arti keberanian yang sebenarnya," ujar David dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga: Studio Mandarin Cabang di Batam, Komitmen Pembelajaran Bahasa Mandarin Berkualitas

Namun, di balik itu semua, ada realitas banyak IBK yang masih menghadapi tantangan besar berupa stigma, diskriminasi, penolakan, serta minimnya kesempatan kerja, imbuhnya. "Dunia usaha pun kerap berhenti pada program charity sesaat, tanpa menciptakan sistem inklusi yang berkelanjutan," kata David.

Melalui gerakan "Kapan Go Human?", kata David, pihaknya ingin menghadirkan terobosan baru. "Bahwa keberlanjutan (sustainability) bukan hanya soal Go Green, melainkan juga Go Human, memanusiakan manusia, terutama mereka yang rentan."

Kegiatan ini diadakan IKA PPM sebagai upaya pendampingan. "Sekaligus sebagai bentuk kepedulian IKA PPM kepada Insan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Agar para IBK dapat mengatasi hambatan, meningkatkan daya saing, dan meningkatkan kinerja bisnis serta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan," katanya.

Board of Advisor School of Sustainabily & Policy Rumah Perubahan Prof Bambang Susantono menyoroti perlunya ruang ekonomi kreatif yang dapat memberi kesempatan bagi para IBK. Bambang mengungkapkan, IBK diharapkan bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan juga sebagai pelaku usaha/tenaga kerja terlatih yang berdaya dan mandiri dengan added value yang unik berupa loyalitas dan fokus bekerja."

Founder Rumah Perubahan yang juga pakar ekonomi Prof Rhenald Kasali mengatakan perlunya meningkatkan kesadaran inklusi, mendorong masyarakat, keluarga, dan dunia usaha untuk memahami pentingnya menciptakan ruang hidup dan kerja serta usaha yang ramah untuk IBK. Menurutnya, agar IBK memiliki daya saing, kunci suksesnya adalah adaptif, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi dengan para pihak secara terus-menerus.

"Kami hanya menyediakan wadah inspirasi dan dialog, memberikan ruang untuk para IBK, keluarga, pelaku usaha, dan akademisi agar berbagi pengalaman, cerita inspiratif, serta gagasan solusi. Dan kami juga fokus mendorong aksi nyata dunia usaha. Kami mengajak perusahaan tidak berhenti pada program charity, tetapi juga mengintegrasikan inklusi dalam model bisnis berkelanjutan," kata Rhenald yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti...
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti Fokus Koneksi Alumni dan Edukasi Profesi Hukum
Kebahagiaan Karyawan...
Kebahagiaan Karyawan Difabel Rokok HS: Diterima Kerja, Jadi Bagian Penting Perusahaan
Alumni Universitas Janabadra...
Alumni Universitas Janabadra Gelar Buka Bersama dan Silaturahmi
Ramadan 2026, IKA PPM...
Ramadan 2026, IKA PPM Bukber dan Santuni Anak Yatim Piatu
IKA PPM Gelar Latihan...
IKA PPM Gelar Latihan Menembak di JSC Kodam Jaya
Ikalum FEB UMJ Kembali...
Ikalum FEB UMJ Kembali Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
PPM Manajemen Perkuat...
PPM Manajemen Perkuat Inovasi Tingkatkan Daya Saing Global
Hive Five Siapkan Beasiswa...
Hive Five Siapkan Beasiswa 100 Persen bagi Karyawan dan Mahasiswa Magang
Soal THR Karyawan Swasta...
Soal THR Karyawan Swasta Dipotong Pajak, Purbaya: Protes ke Bosnya
Rekomendasi
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Berita Terkini
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved