Kasus Bayi di Banyuwangi Dikubur Orang Tua, DPR Ingatkan Pemda Tak Tutup Mata
Sabtu, 08 November 2025 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, ia menyatakan bila kasus seperti ini hanya dipandang sebatas perkara kriminal tanpa menggali akar sosial-psikologisnya, maka potensi terulangnya peristiwa serupa akan tetap besar.
“Saya berharap peristiwa tragis di Banyuwangi menjadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau kembali pola pembinaan dan pendampingan keluarga di tingkat pedesaan, termasuk memperluas akses terhadap layanan KB dan konseling keluarga,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang ibu bernama Solehak (33), warga Dusun Krajan, Desa Alasbulu, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, diduga mengubur bayinya hidup-hidup. Saat ini, Solekah telah menjalani pemeriksaan polisi dan telah ditetapkan menjadi tersangka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Solehak diduga mengubur bayinya setelah melahirkan secara mandiri di rumah. Bayi malang tersebut dibungkus menggunakan keset, lalu dikubur di lubang sedalam sekitar 15 sentimeter dan ditutup dengan sampah untuk menyamarkan gundukan tanah bekas galian.
“Saya berharap peristiwa tragis di Banyuwangi menjadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau kembali pola pembinaan dan pendampingan keluarga di tingkat pedesaan, termasuk memperluas akses terhadap layanan KB dan konseling keluarga,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang ibu bernama Solehak (33), warga Dusun Krajan, Desa Alasbulu, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, diduga mengubur bayinya hidup-hidup. Saat ini, Solekah telah menjalani pemeriksaan polisi dan telah ditetapkan menjadi tersangka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Solehak diduga mengubur bayinya setelah melahirkan secara mandiri di rumah. Bayi malang tersebut dibungkus menggunakan keset, lalu dikubur di lubang sedalam sekitar 15 sentimeter dan ditutup dengan sampah untuk menyamarkan gundukan tanah bekas galian.
(shf)
Lihat Juga :