Anggota KEPP Otsus Billy Mambrasar Beri Pelatihan AI kepada 1.000 Anak Muda Papua
Selasa, 04 November 2025 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
“AI yang diajarkan kepada anak-anak Papua menjadi pelengkap pembelajaran yang lebih kontekstual. Mereka akan belajar memahami dan memberi solusi terhadap aktivitas sehari-hari. Pendekatan kami inklusif, memberi ruang eksplorasi dan rasa ingin tahu yang tinggi agar mereka senang mempelajari AI,” tambahnya.
Billy juga memberikan pandangannya pendidikan di Papua perlu pendekatan berbeda. Billy menawarkan 4 solusi yaitu, pendidikan berbasis kinetik dengan mengajak siswa untuk terus bergerak dan tidak statis diam saja saat belajar namun dibarengi dengan aktivitas seru baik didalam maupun luar ruangan.
Kemudian, pendidikan berbasis budaya, untuk mengajarkan kecintaan terhadap identitas lokal dan tempat mereka dilahirkan. Pendidikan berbasis lifeskill, agar bahan ajar yang diberikan dapat mereka gunakan pada kehidupan sehari hari bahkan setelah mereka selesai sekolah seperti bertani, berlayar atau bahkan berkebun,
Terkahir Pendidikan berbasis gereja, mengembalika lagi identitas Papua sebagai tanah injil dan memberikan nilai religiusitas terhadap setiap siswa.
“Program ini tidak hanya mencerminkan semangat transformasi digital di Tanah Papua, tetapi juga menjadi langkah konkret mewujudkan kemandirian teknologi nasional. Dengan dukungan lintas sektor dan semangat kolaboratif anak muda, Papua menegaskan diri sebagai bagian dari masa depan Indonesia yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing global,” katanya.
Billy juga memberikan pandangannya pendidikan di Papua perlu pendekatan berbeda. Billy menawarkan 4 solusi yaitu, pendidikan berbasis kinetik dengan mengajak siswa untuk terus bergerak dan tidak statis diam saja saat belajar namun dibarengi dengan aktivitas seru baik didalam maupun luar ruangan.
Kemudian, pendidikan berbasis budaya, untuk mengajarkan kecintaan terhadap identitas lokal dan tempat mereka dilahirkan. Pendidikan berbasis lifeskill, agar bahan ajar yang diberikan dapat mereka gunakan pada kehidupan sehari hari bahkan setelah mereka selesai sekolah seperti bertani, berlayar atau bahkan berkebun,
Terkahir Pendidikan berbasis gereja, mengembalika lagi identitas Papua sebagai tanah injil dan memberikan nilai religiusitas terhadap setiap siswa.
“Program ini tidak hanya mencerminkan semangat transformasi digital di Tanah Papua, tetapi juga menjadi langkah konkret mewujudkan kemandirian teknologi nasional. Dengan dukungan lintas sektor dan semangat kolaboratif anak muda, Papua menegaskan diri sebagai bagian dari masa depan Indonesia yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing global,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :