Raja Keraton Solo Sinuhun PB XIII Mangkat, Prof Henry: Pemimpin yang Tenang dan Sederhana
Minggu, 02 November 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
Kabar duka ini juga telah diterima sejumlah tokoh masyarakat Solo dan kerabat keraton, termasuk Kanjeng Pangeran Aryo Profesor Henry Indraguna Pradatanega.
"Ya, saya telah mendapatkan kabar duka dari Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta bahwa Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII telah meninggal dunia karena sakit," ujar Pangeran Santana Prof Henry.
Diketahui, Sinuhun PB XIII adalah sosok sentral dalam era modern Keraton Surakarta. Masa pemerintahannya ditandai dengan berbagai tantangan, upaya revitalisasi keraton, serta keberhasilannya menyatukan kembali takhta setelah konflik dualisme kepemimpinan.
Sinuhun PB XIII dikenal sebagai raja yang berkomitmen menjaga kelestarian adat Jawa gaya Surakarta serta meninggalkan jejak berupa perdamaian, kepastian suksesi, dan kebangkitan kembali nilai-nilai budaya keraton. PB XIII naik takhta pada 10 September 2004 menggantikan ayahandanya, Pakubuwono XII.
Menurut Prof Henry, Sinuhun PB XIII dikenal sebagai pemimpin yang tenang, bersahaja, dan konsisten menjaga tradisi.
Kabar duka ini juga telah diterima sejumlah tokoh masyarakat Solo dan kerabat keraton, termasuk Kanjeng Pangeran Aryo Profesor Henry Indraguna Pradatanega.
"Ya, saya telah mendapatkan kabar duka dari Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta bahwa Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII telah meninggal dunia karena sakit," ujar Pangeran Santana Prof Henry.
Diketahui, Sinuhun PB XIII adalah sosok sentral dalam era modern Keraton Surakarta. Masa pemerintahannya ditandai dengan berbagai tantangan, upaya revitalisasi keraton, serta keberhasilannya menyatukan kembali takhta setelah konflik dualisme kepemimpinan.
Sinuhun PB XIII dikenal sebagai raja yang berkomitmen menjaga kelestarian adat Jawa gaya Surakarta serta meninggalkan jejak berupa perdamaian, kepastian suksesi, dan kebangkitan kembali nilai-nilai budaya keraton. PB XIII naik takhta pada 10 September 2004 menggantikan ayahandanya, Pakubuwono XII.
Menurut Prof Henry, Sinuhun PB XIII dikenal sebagai pemimpin yang tenang, bersahaja, dan konsisten menjaga tradisi.
Lihat Juga :