Gubernur Khofifah Mendorong Perajin Batik Ajukan HKI
Senin, 14 September 2020 - 14:45 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke sentra batik di Tulungagung. Foto/ist
A
A
A
TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak para perajin batik mendaftarkan produknya ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI). HKI akan memberi perlindungan hukum bagi pencipta atau penemu dengan memberikan hak khusus untuk mengkomersilkan karya ciptanya.
"Produk-produk desain batik semua bisa didaftarkan ke HKI supaya menjadi brand. Kepada stakeholder yang membidangi UMKM dan ekonomi kreatif, saya mengimbau agar membantu para perajin batik untuk mendaftarkan produknya,” kata Khofifah saat berkunjung ke sentra batik di Tulungagung, Senin (14/9/2020).
Perajin batik, kata Khofifah, merupakan salah satu UMKM dari sekitar 9,78 juta UMKM di Jatim. UMKM sendiri telah menopang 54% produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim.
"Di Jatim ini 54% pertumbuhan PDRB didukung oleh UMKM. Lalu saat pandemi COVID-19, UMKM mengalami pelemahan. Sehingga saya mengajak semua agar bangga menggunakan buatan Indonesia, khususnya buatan Jatim," ujarnya.
Pelaku UMKM di Jatim mendapatkan kuota sebesar Rp2 juta dari Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM). “Sebanyak 9,78 juta pelaku UMKM di Jatim sampai hari ini sudah mendapatkan kuota untuk Banpres PUM Rp1,8 juta. Kemudian minggu lalu waktu rapat terbatas minta digenapkan Rp200.000. Sehingga nanti jadinya Rp2 juta," tandas Khofifah.
"Produk-produk desain batik semua bisa didaftarkan ke HKI supaya menjadi brand. Kepada stakeholder yang membidangi UMKM dan ekonomi kreatif, saya mengimbau agar membantu para perajin batik untuk mendaftarkan produknya,” kata Khofifah saat berkunjung ke sentra batik di Tulungagung, Senin (14/9/2020).
Perajin batik, kata Khofifah, merupakan salah satu UMKM dari sekitar 9,78 juta UMKM di Jatim. UMKM sendiri telah menopang 54% produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim.
"Di Jatim ini 54% pertumbuhan PDRB didukung oleh UMKM. Lalu saat pandemi COVID-19, UMKM mengalami pelemahan. Sehingga saya mengajak semua agar bangga menggunakan buatan Indonesia, khususnya buatan Jatim," ujarnya.
Pelaku UMKM di Jatim mendapatkan kuota sebesar Rp2 juta dari Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM). “Sebanyak 9,78 juta pelaku UMKM di Jatim sampai hari ini sudah mendapatkan kuota untuk Banpres PUM Rp1,8 juta. Kemudian minggu lalu waktu rapat terbatas minta digenapkan Rp200.000. Sehingga nanti jadinya Rp2 juta," tandas Khofifah.
Lihat Juga :